Pengunduran diri itu disampaikan langsung di hadapan massa yang menggelar aksi di depan Kantor Bupati Lombok Utara sekitar pukul 14.00 Wita, Jumat (17/10).
Aksi massa tersebut merupakan buntut dari kasus kematian bayi Winda Astuti, warga Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, yang diduga akibat kelalaian penanganan medis di RSUD Lombok Utara.
”Saya memutuskan mengundurkan diri,” katanya singkat di hadapan massa.
Aksi digelar oleh gabungan masyarakat, mahasiswa, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Termasuk juga keluarga korban bayi yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.
Tak ada keterangan lebih lanjut dari Nova.
Saat mengumumkan pengunduran dirinya, tampak juga Wakil Bupati KLU Kusmalahadi Syamsuri, Kapolres KLU AKBP Agus Purwanta, serta sejumlah kepala OPD.
Dalam aksinya, para demonstran menyuarakan sejumlah tuntutan. Di antaranya, mendesak pencopotan Direktur RSUD KLU.
Mereka juga meminta pertanggungjawaban moral dan materiil pihak manajemen RSUD atas dugaan kelalaian tersebut, serta mendesak Polres Lombok Utara melakukan audit dan investigasi menyeluruh.
Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri membenarkan pengunduran diri tersebut.
Pihaknya menghargai dan menghormati apa yang menjadi keputusan Nova, yang memilih mundur sebagai direktur.
”Itu hak beliau untuk mengundurkan diri. Pemerintah daerah menerima keputusan itu dan akan segera mencari pengganti sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.
Dengan pengunduran diri ini, posisi Direktur RSUD Lombok Utara untuk sementara akan diisi pejabat pelaksana tugas hingga ditunjuk pengganti definitif.
”Segera kita tunjuk untuk memastikan pelayanan tidak terganggu,” kata Kusmalahadi.
Sementara itu, Ketua LSM Lombok Utara Corruption Watch (LUCW) Adam Tarpiin mengapresiasi langkah yang diambil dr. Nova.
Menurutnya, keputusan mundur tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral.
”Sikap gentleman seperti ini patut diapresiasi,” cetusnya.
Kata dia, ini menunjukkan kesadaran dan tanggung jawab moral atas situasi yang terjadi.
Adam berharap, pemerintah daerah segera menunjuk direktur baru.
”Yang bisa membuat RSUD lebih baik,” katanya.
Editor : Kimda Farida