Program bantuan bibit bawang merah kepada kelompok tani di Kecamatan Gangga dan Kayangan kini memasuki masa panen dan menghasilkan produksi yang menggembirakan.
Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan (DKP3) KLU Tresnahadi, mengatakan panen perdana dilakukan bersama Kelompok Tani Pelita di Dusun Lempenge, Desa Rempek, Kecamatan Gangga.
“Komoditas bawang merah berpengaruh terhadap inflasi karena harganya fluktuatif," katanya.
Panen tersebut merupakan tindak lanjut dari penanaman perdana yang dilakukan Bupati Lombok Utara sekitar dua bulan lalu.
Program ini difokuskan untuk memperkuat produksi pangan lokal sekaligus menjaga ketersediaan pasokan di pasar.
Bantuan penanaman diberikan untuk lahan seluas 6,5 hektare, terdiri dari 1,5 hektare di Kelompok Tani Pelita, Kecamatan Gangga, dan 5 hektare di Desa Sesait, Kecamatan Kayangan.Baca Juga: Wakil Ketua DPRD KLU Hakamah Panen Perdana Kakao Hasil Polinasi Kelompok Tani Lereng Murmas
Bantuan mencakup bibit, pupuk, serta obat-obatan pertanian.
Dari hasil panen, satu hektare lahan mampu menghasilkan sekitar 24 ton bawang merah basah.
“Ini hasil yang luar biasa dan sangat menggembirakan bagi petani,” tambah Tresnahadi.
Ia menjelaskan, bibit yang digunakan merupakan varietas Superphilip yang terbukti cocok dengan kondisi lahan kering di Lombok Utara.
Tanaman tumbuh subur tanpa serangan hama yang berarti dan menghasilkan panen melimpah.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Pelita M. Tohir mengaku bersyukur atas bantuan pemerintah.
Baca Juga: Pemda KLU Komitmen Dukung Kegiatan Sastra dan Literasi
Kelompoknya menerima 1,5 ton bibit bawang, mulsa, dan obat-obatan pertanian, yang kini berhasil memanen hingga 24 ton.
Hasil panen saat ini dijual langsung oleh petani kepada pengepul. Harga bawang merah dengan kondisi daun agak kering berkisar Rp 15.000 per kilogram.
Sementara yang sudah kering penuh mencapai Rp 25.000 per kilogram.
Editor : Siti Aeny Maryam