Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perumda Air Minum Dayan Gunung Disarankan Bangun Sumur Bor

Habibul Adnan • Jumat, 7 November 2025 | 07:11 WIB
Artadi
Artadi

LombokPost – Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendorong Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Amerta Dayan Gunung untuk membangun sumur bor.

Ini sebagai langkah alternatif mengatasi krisis air bersih yang keral dikeluhkan masyarakat.

Anggota Komisi II dari Fraksi Gerindra Artadi mengatakan, upaya ini penting dilakukan agar Perumda tidak hanya bergantung pada sumber mata air yang debitnya terus menurun.

Dia menilai, persoalan keterbatasan pasokan air sudah terlalu lama dikeluhkan warga tanpa solusi konkret.

"Kalau alasannya debit air kecil, PDAM harus segera membangun sumur bor sebagai alternatif,” tegas Artadi.

Menurutnya, pembangunan sumur bor dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menjamin keberlanjutan pasokan air bersih.

Terutama di musim kemarau atau saat terjadi gangguan di sumber mata air utama.

Karena itu, dia mendesak agar pengeboran segera dilakukan. Itu disambungkan ke jaringan PDAM.

"Agar suplai air tetap terjaga, terutama jika debit air menurun atau terjadi bencana seperti longsor di area mata air,” jelasnya.

Politisi Gerindra itu menegaskan, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh diabaikan oleh Perumda Air Minum.

"Tetapi faktanya, kami sering mendapatkan keluhan dari masyarakat. Ada yang mengeluh karena airnya hanya mengalir pada malam hari," imbuh Artadi.

Dia menilai, munculnya keluhan ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam manajemen dan distribusi air oleh Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung.

Karena itu, perusahaan air minum itu segera menindaklanjuti rekomendasi pembangunan sumur bor.

"Warga di sejumlah kecamatan melaporkan air PDAM hanya mengalir pada malam hari, bahkan di beberapa daerah tidak mengalir sama sekali," pungkas Artadi.

Fahrozi, salah satu pelanggan menyampaikan, air PDAM di rumahnya hanya mengalir di malam hari. Sementara di pagi hari tidak ada air.

Ini yang membuat warga harus begadang menunggu air.

"Kalau bayar telat sedikit langsung diancam cabut kilometer,” kata pria asal Desa Menggala, Kecamatan Pemenang itu.

Editor : Akbar Sirinawa
#Lombok Utara kesulitan air bersih #PDAM Dayan Gunung #Pemda Lombok Utara #Pemda KLU #PDAM Lombok Utara