Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Utami Dhamitta, Remaja Lombok Utara yang Tembus Nasional Lewat Cerpen “Muja Balit”. Tertarik Menulis Berawal dari Membaca Novel dan Buku Cerita Daring

Habibul Adnan • Selasa, 11 November 2025 | 23:00 WIB

Utami Dhamitta
Utami Dhamitta
LombokPost- Utami Dhamitta punya potensi cukup besar dalam bidang tulis menulis. Dia baru saja meraih juara 1 Lomba Penulisan Cerpen Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2025 tingkat SMA/MA se-NTB.

Di sudut ruang kelas SMAN 1 Gangga, seorang siswi tampak tenggelam dalam dunia tulis-menulis.

Ujung bolpoinnya menari di atas kertas, sementara pikirannya menelusuri kenangan dan kebiasaan masyarakat di sekitarnya.

Dari tangan mungil itulah lahir sebuah karya blerjudul “Muja Balit”, sebuah cerpen yang kini mengantarkan namanya menembus panggung nasional. Dia adalah Utami Dhamitta.

Tami, sapaan akrabnya, baru saja meraih juara 1 Lomba Penulisan Cerpen Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2025 tingkat SMA/MA se-NTB.

Prestasi yang membuat akan mewakili NTB ke ajang FLS2N tingkat nasional.

Bakat menulis Tami berawal dari kebiasaan sederhana. Membaca novel dan buku cerita daring.

“Dari sana saya berpikir, kalau mereka bisa menulis, kenapa saya tidak mencoba juga?” ujarnya.

Kegemarannya itu perlahan tumbuh menjadi kecintaan yang lebih serius.

Di sela-sela kesibukan belajar, Tami menulis cerita remaja, mengirimkannya ke guru Bahasa Indonesia untuk dikoreksi, dan memperbaiki tulisannya dari waktu ke waktu.

Perempuan kelahiran 16 Maret 2008 ini mengaku, dirinya sebenarnya lebih sering menulis cerita bersambung seperti novel.

Tapi dari tugas cerpen yang diberikan guru, dia belajar bagaimana menulis kisah pendek yang tetap kuat dan padat.

Cerpen “Muja Balit” merupakan sebuah karya yang lahir dari pengamatan sederhana terhadap kehidupan masyarakat sekitar.

Yaitu tentang tradisi pemujaan yang masih dilakukan sebagian warga, lalu mengemasnya dalam narasi emosional dan menyentuh.

Bagi Tami, kesuksesannya meraih prestasi ini sebuah kebanggaan. Tetapi dia tak pernah menyangka bisa tembus nasional.

"Sampai sekarang masih tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Tapi saya tidak mau berhenti menulis,” tegasnya.

De Galih Mulyadi, pembina Teater Bintang sekaligus guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Gangga mengaku, muridnya tersebut punya potensi cukup besar.

Sebagai penulis dan pendidik, dia mengaku sudah lama mengenali bakat muridnya itu.

“Sejak awal saya melihat Tami punya bakat yang menonjol. Dia rajin membaca, punya banyak koleksi novel yang dibelinya sendiri, dan itu membuat imajinasinya kaya,” ujar Galih.

Ia mengaku sering memberi ruang khusus bagi siswa untuk berlatih menulis. Menganalisis karya sastra, dan menciptakan karya baru.

“Saya cukup getol memberi ruang untuk materi sastra di kelas. Semua siswa saya dorong, dan Tami salah satu yang paling serius menekuninya,” tambahnya.

Editor : Redaksi Lombok Post
#juara 1 Lomba Penulisan Cerpen #Juara Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional #Utami Dhamitta #juara penulisan #Lombok Utara