LombokPost-Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta bersama Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Heny Agus Purwanta berpartisipasi dalam kegiatan donor darah dalam rangka memperingati HUT Polairud ke-75.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 15 kantong darah berhasil dikumpulkan dari personel Polres, Bhayangkari, dan Satpolairud.
Kapolres mengatakan, aksi sosial ini bukan sekadar bagian dari perayaan institusional, melainkan wujud komitmen Polres Lombok Utara dalam menginternalisasi nilai “Polisi Humanis, Presisi, dan Melayani dengan Hati"
Kapolres Agus Purwanta menyampaikan bahwa donor darah merupakan agenda yang melekat dalam tradisi pengabdian Polri.
Ia menilai kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kesehatan.
Tetapi juga mencerminkan nilai empati dan solidaritas sosial yang sejalan dengan semangat pelayanan publik.
“Donor darah sudah menjadi agenda rutin Polri dalam setiap peringatan sebagai refleksi diri akan pentingnya menjaga kesehatan untuk dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat," katanya.
Karena itu, Agus mengapresiasi HUT Polairud ke-75 yang diisi dengan kegiatan sosial berupa donor darah.
Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini perlu dijaga kesinambungannya agar menjadi budaya organisasi yang hidup di tengah personel Polres Lombok Utara.
“Selama saya di sini, anggota selalu antusias mengikuti kegiatan bakti sosial. Semangat itu perlu terus dipupuk agar berkelanjutan,” tegasnya.
Kapolres menilai, donor darah tidak hanya berdampak pada masyarakat penerima, tetapi juga memperkuat moral dan kesadaran sosial anggota Polri.
“Donor darah ini menambah peluang sembuh bagi pasien dan menjaga stok darah di RSUD Lombok Utara," tambahnya.
Kegiatan seperti ini memberi manfaat ganda, baik untuk pendonor maupun penerima.
Agus Purwanta menegaskan bahwa semangat kemanusiaan harus menjadi bagian dari transformasi Polairud dan seluruh jajaran Polri.
“HUT Polairud ke-75 kita maknai bersama sebagai momentum untuk bertransformasi menjadi Polairud yang semakin dicintai masyarakat melalui layanan prima yang presisi. Saya ucapkan terima kasih kepada Kasat Polairud dan seluruh jajaran yang telah menginisiasi kegiatan bermakna ini,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Heny Agus Purwanta menegaskan bahwa setiap tetes darah yang disumbangkan adalah simbol kemanusiaan yang tak ternilai.
Dia sendiri mengaku telah melakukan donor darah sebanyak 42 kali. "Berarti ada 42 jiwa yang mungkin tertolong,” ungkapnya.
“Donor darah adalah salah satu cara saya untuk menebar manfaat dalam hidup, sebagai amanah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa,” tutur Heny.
Dia menambahkan, kegiatan Bhayangkari Lombok Utara tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi berorientasi pada hasil nyata yang dirasakan masyarakat.
Sumbangan darah tersebut menambah stok darah di RSUD Lombok Utara, "Semua dilakukan dengan hati, secara bergantian, dan tanpa paksaan,” jelasnya.
Menurut Heny, kekuatan Bhayangkari justru terletak pada kebersamaan dan semangat solidaritas yang mengakar kuat di antara para anggotanya.
Editor : Akbar Sirinawa