LombokPost - Sekolah adat di Lombok Utara disebut memiliki peran strategis dalam membangkitkan nilai-nilai kearifan lokal.
Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) Paer Daya ingin terus memperkuat keberlanjutan nilai dan budaya lokal itu.
Sebagai upaya kembali memperkuat keberlanjutan budaya lokal, Aman Paer Daya menggelar sosialisasi pendidikan belum lama ini.
Bupati Lombok Najmul Akhyar mengatakan, hadirnya Sekolah Adat merupakan ikhtiar menghidupkan kembali praktik-praktik budaya baik yang mulai memudar.
“Ini upaya menghidupkan kembali nilai-nilai baik yang diwariskan orang tua kita, yang kini hampir punah. Tidak banyak yang bergerak dalam pelestarian ini, dan Aman adalah garda terdepan,” ujar Bupati.
Ketua Aman Paer Daya Lombok Utara Sinarto menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan konsep besar bernama Sekolah Adat.
Yaitu ruang pendidikan berbasis komunitas yang berfungsi merevitalisasi dan mentransformasikan nilai-nilai adat ke generasi muda.
Program ini dirancang sebagai jawaban atas menurunnya moralitas, lunturnya kearifan lokal, serta tekanan modernisasi yang menggerus identitas budaya masyarakat.
“Sekolah Adat adalah wadah menggali kembali potensi budaya dan alam di setiap wilayah adat," katanya.
Potensi budaya tersebut mulai dari obat-obatan tradisional, makanan tradisional, kesenian, hingga permainan rakyat.
"Semuanya harus kita angkat kembali,” tegas Sinarto.
Dia mengaku, saat ini ada empat Sekolah Adat di Lombok Utara.
Masing-masing Sekolah Adat Bayan, Sekolah Adat Gumantar Pengorongan Amor-Amor, Sekolah Adat Wet Sesait, dan Sekolah Adat Bentek
Keberadaan sekolah adat telah menarik perhatian pihak luar Sinarto menambahkan, Aman se-Indonesia akan datang ke Lombok Utara untuk berkonsultasi dan berdiskusi terkait masa depan adat dan budaya lokal.
Editor : Marthadi