Kepala Desa Bentek Warna Wijaya telah menerima penghargaan di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Warna Wijaya berdiri dengan raut muka haru. Terutama saat Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas menyerahkan langsung penghargaan bergengsi itu.
"Haru tapi senang, rasanya tidak percaya," kata Warna.
Dia mengaku, penghargaan itu diterima karena Desa Bentek dinilai mampu menjaga harmonisasi sosial melalui penyelesaian sengketa non-litigasi.
Yaitu dianggap berhasil mempraktikkan budaya damai sebagai identitas sosial warganya.
Warna Wijaya menyebut penghargaan itu sekaligus sebagai “kado ulang tahun” yang indah. Dia mengaku, Desa Bentek akan merayakan hari jadinya dalam waktu dekat.
Di balik penghargaan itu, katanya, Bentek bukan sekadar desa administratif. Akan tetapi ruang sosial tempat budaya ketimuran hidup dan dihidupkan.
Sebab, selama ini dalam menyelesaikan perselisihan antarwarga selalu dilakukan melalui musyawarah
“Manfaatkan pos bantuan hukum kita. Budaya kita adalah musyawarah mufakat. Jangan sedikit-sedikit lapor polisi,” ujar Warna Wijaya.
Karena itu, dia mendorong warganya untuk lebih memanfaatkan posbakum desa sebagai ruang konsultasi dan mediasi.
Menurutnya, posbakum adalah pintu masuk penyelesaian masalah secara damai. Mulai dari sengketa keluarga hingga persoalan sosial.
Warna Wijaya berharap, atas keberhasilan itu, ke depan Pemda Lombok Utara perlu memberikan dukungan nyata bagi penguatan posbakum di desa.
“Mohon pemda memfasilitasi, menganggarkan, dan mendukung. Ini demi kemajuan kita bersama,” katanya.
Dia yakin, jika mediasi di tingkat bawah diperkuat, maka citra Lombok Utara sebagai daerah yang menjunjung nilai kekeluargaan dan perdamaian akan semakin menonjol. Karena itulah, budaya musyawarah selalu diutamakan di desa yang dipimpinnya.
Kata dia, hal ini sejalan dengan pesan Menkum RI Supratman Andi Agtas. Di mana dia menekankan, bahwa penghargaan siapa pun yang memberikan kontribusi nyata bagi harmoni desa patut diapresiasi.
"Pak Menteri meminta kita untuk mewujudkan harmoni di tengah masyarakat," tutup Warna.
Editor : Siti Aeny Maryam