Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana dari pemerintah daerah bersama masyarakat.
Najmul mengatakan, rencana kunjungan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Lombok Utara terhadap warga Aceh yang tengah dilanda musibah.
Donasi yang dihimpun akan disalurkan secara terbuka dan transparan kepada para korban.
Dia mengaku, sampai saat ini aksi penggalangan dana terus berjalan bersama masyarakat. Dana yang terkumpul sudah mencapai ratusan juta rupiah.
Setelah dirasa cukup, dia akan langsung mengantarkan ke Aceh. "Bantuan akan kami serahkan secara transparan dan terbuka kepada para korban banjir Aceh,” ujar Najmul.
Bupati dua periode itu menilai, musibah yang menimpa warga Aceh dan Sumatera merupakan duka seluruh bangsa Indonesia.
Sehingga wajar jika Pemda KLU ikut menunjukkan kepedulian.
“Kami berharap penderitaan saudara-saudara kita dapat segera tertangani dengan baik. Semoga semakin banyak pihak yang peduli sehingga beban korban bencana bisa terasa lebih ringan,” katanya.
Bantuan yang akan dibawa datang dari berbagai instansi, organisasi kemasyarakatan serta kelompok masyarakat lainnya.
Di antaranya dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Barasiaga, NWDI, Muhammadiyah, Pramuka, serta organisasi lainnya yang aktif melakukan penggalangan dana di KLU.
Bantuan tersebut tidak hanya dalam bentuk uang tunai, tetapi juga bantuan barang. Bantuan yang akan diantar bupati adalah hasil penggalangan dana
"Untuk barang sudah ada yang menyalurkan, namun masih kami pertimbangkan terkait proses pendistribusiannya,” tambah Najmul.
Sementara itu, Ketua Barasiaga KLU Hadi Fatahillah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Lombok Utara yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Dia mengaku, pihaknya melakukan penggalangan dana di beberapa titik.
Salah satunya di simpang empat Kecamatan Pemenang. Kemudian di arena car free day (CFD)
"Alhamdulillah, terkumpul dana sebesar Rp 40 juta yang telah kami serahkan kepada pemerintah daerah untuk disalurkan langsung kepada korban bencana,” jelas Hadi.
Dalam aksi tersebut, Barasiaga melibatkan berbagai unsur masyarakat. Mulai dari remaja masjid, pelajar yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR), duta wisata, forum anak, hingga elemen masyarakat lainnya.
Editor : Jelo Sangaji