Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Memasuki Akhir Tahun, Pemkab Lombok Utara Gelar Gerakan Pangan Murah

Habibul Adnan • Selasa, 23 Desember 2025 | 20:46 WIB

HARGA MURAH: Masyarakat Lombok Utara membeli kebutuhan dapur di lokasi GPM
HARGA MURAH: Masyarakat Lombok Utara membeli kebutuhan dapur di lokasi GPM
LombokPost – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Tujuannya, menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.

Kegiatan GPM dilaksanakan secara maraton di lima kecamatan se-KLU.

Kepala DKP3 KLU, Tresnahadi, mengatakan GPM merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pangan pada momen hari besar keagamaan dan akhir tahun.

“GPM ini kami laksanakan dalam tiga tahap sepanjang tahun 2025, yakni menjelang Idul Fitri, Idul Adha, dan tahap ketiga menjelang akhir tahun yang menyasar seluruh kecamatan di Lombok Utara,” katanya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan tahap ketiga dimulai di arena Car Free Day (CFD) Tanjung pada 7 Desember lalu.

Kemudian berlanjut ke Kantor Desa Menggala, Kecamatan Pemenang; Lapangan Umum Desa Rempek, Kecamatan Gangga; Pasar Santong, Kecamatan Kayangan; dan di Kantor Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan.

Menurut Tresnahadi, melalui GPM masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Dalam kegiatan pasar murah ini karena ada subsidi dari pemerintah daerah. “Contohnya telur. Harga pasar sekitar Rp 53 ribu per tray, sementara di GPM dijual Rp50 ribu,” ujarnya.

Selain meningkatkan daya beli, GPM juga menjadi instrumen pengendalian inflasi dan stabilisasi pasokan pangan daerah.

Ia memastikan ketersediaan bahan pokok utama seperti beras, telur, dan minyak goreng saat ini masih dalam kondisi aman.

Dalam pelaksanaan GPM, pemerintah bekerja sama dengan petani lokal dan mitra terkait. Dengan kolaborasi ini, rantai pasok lebih pendek dan harga bisa ditekan.

Tresnahadi mengakui keberlanjutan program GPM pada tahun 2026 masih menghadapi tantangan.

Ini karena ada rasionalisasi anggaran daerah. "Anggaran GPM tahun depan memang belum tersedia," ujarnya

Meski begitu, pihaknya berkomitmen tetap menggelarnya. Pihaknya telah menyampaikan ke TAPD agar program ini bisa dilaksanakan.

"Karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#gerakan pangan murah (gpm) #gpm Lombok Utara #Pasar Murah #gerakan pangan murah Lombok Utara