LombokPost – Persiapan Kabupaten Lombok Utara (KLU) menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 dinilai masih jauh dari ideal.
Pasalnya, hingga saat ini belum ada kejelasan anggaran untuk even olahraga empat tahunan tersebut.
KONI Lombok Utara juga sejauh inj belum menggelar rapat koordinasi dengan seluruh cabang olahraga (cabor).
Ketua PBVSI KLU Artadi menegaskan, kondisi ini berpotensi membuat KLU gagal mengirim atlet ke Porprov yang dijadwalkan berlangsung Juli 2026.
“Sampai hari ini KONI belum mengadakan rakor dengan seluruh pengurus cabor untuk menentukan atlet yang akan dikirim. Anggaran juga belum jelas berapa yang diberikan pemerintah daerah,” ujarnya.
Nominalnya mencapai Rp 500 juta. "Kami tidak tahu apa kendalanya," kata Artadi.
Dampak dari tidak bisa dieksekusinya anggaran tersebut, lanjut Artadi, pembinaan atlet di hampir seluruh cabor praktis tidak berjalan.
Ia meminta KONI lebih aktif dan pemerintah daerah memberi perhatian serius, mengingat waktu pelaksanaan Porprov semakin dekat.
“Kami minta Ketua KONI lebih aktif, dan Pemda juga harus memperhatikan KONI. Porprov 2026 tinggal beberapa bulan lagi,” katanya.
Meski demikian, PBVSI Lombok Utara tetap melakukan persiapan secara mandiri. Seleksi atlet telah dilakukan secara swadaya. Bahkan tim voli KLU sempat mengikuti turnamen terbuka di Mataram sebagai ajang uji coba.
“Atlet sudah siap. Kami seleksi pemain, meski tanpa anggaran sepeserpun,” tutup Artadi.
Terpisah, Ketua KONI Lombok Utara H. Lalu Rodi Karyawan memastikan pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan seluruh cabor.
“Kita harus siap. Tetap ada pembinaan. Tanggal 15 Januari kita koordinasi untuk memastikan kesiapan cabor dan atlet yang akan dikirim,” ujarnya.
Hanya saja, tidak semua cabor yang akan diikuti Dari sekitar 51 cabor yang dilombakan di Porprov, kemungkinan Lombok Utara hanya bisa ikut serta separonya saja. "Pastikan akan kita siapkan atlet untuk Porprov 2026," pungkasnya.
Editor : Akbar Sirinawa