Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SPPG Rempek Kecamatan Gangga Serap Potensi Lokal: Mulai dari Tenaga Kerja hingga Sumber Daya Alam

Habibul Adnan • Kamis, 8 Januari 2026 | 22:22 WIB
POTENSI LOKAL: Wakil bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri (dua dari kiri) memotong pita, menandai peluncuran SPPG Rempek
POTENSI LOKAL: Wakil bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri (dua dari kiri) memotong pita, menandai peluncuran SPPG Rempek

LombokPost - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Rempek, Kecamatan Gangga, resmi beroperasi. SPPG ini diluncurkan Wakil Bupati KLU Kusmalahadi Syamsuri, Rabu (7/1)

Komitmen menghadirkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis potensi lokal kembali ditunjukkan di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Komitmen ini ditunjukkan oleh SPPG Desa Rempek yang dikelola Yayasan Daruttahirin.

Oyengelola menegaskan, SPPG Rempek mengusung konsep pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan sumber daya alam (SDA) lokal.

Dalam proses pembangunannya pihak tidak menggandeng investor besar. Melainkan membangun sinergi dengan pengusaha-pengusaha lokal.

Perwakilan Yayasan Daruttahirin sekaligus pengelola SPPG Desa Rempek Suliyarna menjelaskan, bahwa operasional SPPG melibatkan 47 karyawan sesuai regulasi.

Mereka terbagi dalam beberapa bagian, mulai dari produksi, pencucian, distribusi, hingga kebersihan. "Semuanya masyarakat lokal," ujar Suliyarna.

Hanya ada satu orang tenaga dari luar, yaitu chef dari Mataram. Begitu juga dengan bahan baku, yang digunakan sepenuhnya berasal dari wilayah sekitar.

Mulai dari beras, sayuran, hingga kebutuhan protein. "Semuanya diserap dari petani dan pelaku usaha lokal," imbuhnya.

Untuk memastikan tata kelola berjalan rapi, SPPG Rempek bermitra dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes sebagai penampung bahan baku.

“Kami buat satu pintu melalui BUMDes. Harapannya semua potensi SDA bisa terserap. Ini simbiosis mutualisme, masyarakat bergerak, ekonomi desa ikut hidup,” katanya.

Suliyarna mengakui perjalanan menghadirkan SPPG bukan proses singkat.

Pihak yayasan terlebih dahulu mempelajari regulasi dan mekanisme yang berlaku, hingga akhirnya mantap mendirikan SPPG dengan kekuatan sendiri.
.
SPPG Desa Rempek menyasar 2.014 siswa dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA yang tersebar di Desa Rempek, Rempek Darussalam, serta sebagian wilayah Sambik Bangkol.

Total terdapat 15 sekolah yang menjadi penerima manfaat. Selain itu, sasaran kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) mencapai 309 orang.

Wakil Bupati KLU, Kusmalahadi Syamsuri, dalam kesempatan tersebut mengapresiasi langkah Yayasan Daruttahirin yang mampu menghadirkan SPPG dengan pendekatan kearifan lokal.

Menurutnya, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari distribusi makanan, tetapi juga dari dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkan.

“Kalau bahan bakunya dari sini, dikelola oleh masyarakat sini, maka manfaatnya berlapis. Gizi anak terpenuhi, ekonomi desa juga bergerak,” ujarnya.

Dengan beroperasinya SPPG Rempek, kata Kusmalahadi, pemerintah daerah berharap kualitas gizi anak-anak semakin baik.

Sekaligus diharapkan menjadi contoh pengelolaan SPPG yang mandiri, kolaboratif, dan berpihak pada potensi lokal.

Editor : Marthadi
#SPPG #Makan Bergizi Gratis (MBG) #sppg Rempek Lombok Utara #mbg Lombok utara #dapur mbg Lombok Utara