Bahkan sempat beredar di media sosial (medsos) yang menyebutkan hasil otopsi telah keluar.
Dalam sebuah unggahan warganet, korban merupakan pemilik sepeda motor dan barang-barang pribadi yang ditemukan di pinggir jalan raya Desa Malaka, beberapa waktu lalu.
Akan tetapi informasi tersebut dibantah pihak kepolisian Polres Lombok Utara.
Kasat Reskrim Polres Lombok Utara IPTU I Komang Wilandra menegaskan, bahwa hingga saat ini identitas korban masih dalam tahap pendalaman.
Termasuk juga penyebab kematian korban. “Tidak ada pelaksanaan otopsi. Semua masih penyelidikan,” tegas Komang Wilandra.
Seperti diketahui, sesosok mayat tanpa identitas ditemukan tergeletak di tepi Pantai Pandanan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, pada Minggu pagi (18/1).
Korban tanpa identitas itu ditemukan dalam kondisi tergeletak di tepi pantai.
Saksi mata bernama Supriadi mengungkapkan, saat itu ia sedang berjalan-jalan di sekitar proyek jalan Malaka Hill menuju Pantai Pandanan.
Dari jarak sekitar 10 meter, ia melihat sesosok tubuh tergeletak di tepi pantai.
Dia kemudian langsung melaporkan temuannya kepada Kepala Dusun Pandanan. Sekitar 15 menit kemudian, kepala dusun dan kepala desa setempat tiba di lokasi, disusul oleh personel kepolisian.
Petugas yang datang segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta melakukan olah TKP.
Baca Juga: Bukan Sekadar Slogan, Toleransi Antarumat Beragama Mengakar di Lombok Utara
Jenazah selanjutnya dievakuasi menggunakan kantong jenazah dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah pakaian dalam dan satu cincin yang diduga milik korban.
Penyidik juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk warga yang pertama kali menemukan jenazah, kepala dusun, serta kepala desa setempat.
Kasus penemuan mayat ini sempat dikaitkan dengan peristiwa hilangnya seorang wanita asal Malang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
2Dia dilaporkan meninggalkan sepeda motor beserta barang-barang pribadinya di pinggir jalan raya Desa Malaka, Kecamatan Pemenang.
Namun hingga kini belum dapat dipastikan keterkaitan kedua peristiwa tersebut. Polisi menegaskan masih terus melakukan penyelidikan.
Editor : Redaksi Lombok Post