Sejauh ini, sudah beberapa investasi yang masuk. Baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Kepala Desa Medana Lalu Didik Indra Cahyadi mengatakan, pihaknya menginginkan mendapatkan kecipratan berkah dengan banyaknya investasi tersebut.
Untuk itu, dia sudah merencanakan beberapa langkah agar memperoleh manfaat sebesar-besarnya.
Misalnya dengan merancang perdes (peraturan desa). Di perdes itu nanti akan mengatur kewenangan desa mendapatkan pemasukan dari investasi.
Akan tetapi, Didik mengaku, saat ini pihaknya tengah berupaya agar bisa mengelola sejumlah tempat wisata.
Setidaknya ada tiga tempat yang diproyeksikan dalam pengelolaan desa. Yaitu Pantai Impos, Pantai Bintang, dan Makam Medana.
Dengan begitu, nantinya desa bisa menarik retribusi dari tempat tersebut.
Tempat wisata tersebut saat ini masih dikelola kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Ke depan, Didik berharap agar Pokdarwis juga berada di bawah pemdes.
"Perdes sudah kira rancang tinggal komunikasikan dengan pemerintah daerah," katanya.
Dia memastikan, jika desa diberi kewenangan mengelola tiga tempat wisata tersebut, akan dikelola secara profesional.
Misalnya dengan menerapkan digitalisasi. "Parkir digital kayak rumah sakit. Kita juga akan mengembangkan ekowisata," ujar Didik.
Baca Juga: Pemda KLU Akui 12 Masyarakat Hukum Adat
Hal ini semata-mata mengoptimalkan potensi pendapatan yang ada. Salah satu potensi yang memiliki peluang cukup besar adalah di sektor pariwisata.
"Banyaknya investasi yang masuk harus jadi pemicu kemajuan desa," tutupnya.
Editor : Jelo Sangaji