Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dari Sawah ke Kemasan: Beras Desa Tanjung Diserbu Pasar

Habibul Adnan • Senin, 26 Januari 2026 | 22:13 WIB
Kepala DEsa Tanjung Budiawan.
Kepala DEsa Tanjung Budiawan.

LombokPost - Pemerintah Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan desa tematik padi yang dikelola secara terintegrasi oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Program ini sejalan dengan ketentuan fokus penggunaan prioritas Dana Desa (DD) Tahun 2025.

Kepala Desa Tanjung Budiawan menjelaskan, bahwa penetapan desa tematik padi merupakan hasil musyawarah desa.

Desa Tanjung yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di Lombok Utara, sepakat mengarahkan program ketahanan pangan desa pada sektor persawahan.

“Dalam musyawarah desa kami putuskan, ketahanan pangan Desa Tanjung murni difokuskan pada desa tematik padi. Ini sesuai potensi desa sebagai penghasil padi,” ujar Budiawan.

BUMDes Tanjung telah melakukan langkah progresif dengan menyewa lahan sawah produktif milik warga.

Itu kemudian ditanami padi dan dikelola sepenuhnya oleh BUMDes. Mulai dari proses tanam, panen, hingga pascapanen.

Budiawan menerangkan, dalam proses penjemuran, penggilingan BUMDes bekerja sama dengan KUD Tanjung.

BUMDes juga langsung melakukan pengemasan beras menggunakan kemasan milik BUMDes sendiri.

Beras hasil produksi tersebut dikemas dalam berbagai ukuran. Mulai dari 3 kilogram, 5 kilogram, 10 kilogram hingga 25 kilogram.

Produk unggulan ini dipasarkan sebagai beras asli Desa Tanjung dengan kualitas super kelas satu.

Menurut Budiawan, sejak panen perdana, animo masyarakat terhadap beras BUMDes Tanjung sangat tinggi.

Bahkan, permintaan pasar jauh melampaui jumlah produksi yang tersedia.

Permintaan juga datang dari luar desa. Bahkan pesanan juga datang dari pejabat Pemprov dan beberapa OPD di lingkungan Pemda KLU.

"Tetapi stok sudah habis sementara permintaan masih tinggi,” ungkapnya.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah desa bersama BUMDes untuk terus mencari tambahan lahan sawah.

Tidak hanya di wilayah Desa Tanjung, tetapi juga hingga ke desa tetangga seperti Desa Jenggala dan Sama Guna dengan sistem sewa lahan milik warga.

“Kami kekurangan produksi dibandingkan permintaan pasar. Karena itu kami terus mencari lahan di sekitar desa agar produksi bisa ditingkatkan dan seimbang dengan kebutuhan,” katanya.

Pada tahun 2026, Pemdes Tanjung menargetkan ekspansi yang lebih luas dengan menyewa lahan persawahan baru.

Harapannya, desa tematik padi ini bisa berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat ekonomi bagi warga.

Editor : Marthadi
#Desa Tanjung Lombok Utara #Desa Tanjung Desa Tematik padi #pemdes tanjung #beras tanjung Lombok Utara