pemanfaatan limbah ini sebagai solusi pengelolaan lingkungan sekaligus alternatif pakan ternak berprotein tinggi.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, Senin (26/1).
Sosialisasi dihadiri Kepala Desa Kabul Sahurim, beserta perangkat desa, Babinsa, perwakilan Karang Taruna, ibu-ibu PKK, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja utama kelompok KKN yang berfokus pada pengelolaan lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Ketua Kelompok KKN Desa Kabul, Muhazan Azali menjelaskan, pemanfaatan limbah organik rumah tangga dapat diolah melalui budidaya maggot BSF.
Limbah organik rumah tangga yang dapat diolah melalui budidaya maggot BSF seperti sisa makanan dan limbah dapur.
Muhazan mengatakan, maggot BSF diketahui mampu mengurai limbah organik secara cepat dan efektif.
Maggot BSF dapat menjadi solusi atas persoalan penumpukan sampah rumah tangga di lingkungan desa.
Dia menambahkan, program budidaya maggot BSF dirancang sebagai solusi sederhana yang relevan dengan kondisi masyarakat setempat.
Menurutnya, mayoritas warga Desa Kabul berprofesi sebagai peternak, sehingga maggot BSF dapat langsung dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti ayam, bebek, dan ikan.
“Budidaya maggot ini sangat strategis karena manfaatnya langsung dirasakan. Selain membantu mengatasi penumpukan sampah organik, maggot BSF juga memiliki nilai ekonomi," ujarnya.
Volume sampah bisa berkurang hingga 70–80 persen. Kemudian, bau dan potensi penyakit menurun, serta peternak dapat menekan biaya pakan.
Baca Juga: Melihat Inovasi Rocket Stove Mahasiswa KKN UNRAM di Desa Tanjung Lombok Utara
"Bahkan maggot segar atau kering, kasgot, hingga telur BSF bisa menjadi sumber penghasilan tambahan,” jelas Muhazan.
Selain berdampak pada pengelolaan lingkungan, budidaya maggot BSF juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Kandungan protein yang tinggi menjadikan maggot BSF sebagai alternatif pakan ternak yang efisien.
Khususnya untuk ikan dan unggas, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ternak masyarakat.
Sekretaris Desa Kabul Habiburrahman menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap program yang dilaksanakan oleh kelompok KKN Unram.
Ia menilai isu pengelolaan sampah menjadi persoalan krusial yang perlu ditangani secara inovatif.
“Isu pengelolaan sampah ini sangat menarik. Sampah yang selama ini dianggap sebagai masalah justru bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi untuk membantu perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, bahwa budidaya maggot BSF memiliki potensi besar dalam mengurangi volume sampah organik.
“Satu kilogram maggot mampu mengurai hingga tiga kali lipat dari berat badannya dalam bentuk sampah," katanya.
Artinya, 10 kilogram maggot bisa menghabiskan sekitar 30 kilogram sampah.
"Saat ini memang masih skala rumah tangga, namun ke depan kami berharap bisa dikembangkan ke skala produksi melalui kerja sama dan kemitraan,” tambahnya.
Habiburrahman menegaskan, bahwa permasalahan sampah dapat menjadi ancaman serius apabila tidak dikelola dengan baik.
Dia menyebutkan, bahwa pendangkalan sungai di wilayah sekitar juga dipicu oleh sampah, termasuk sampah kiriman dari desa lain.
Oleh karena itu, Habiburrahman mendorong pengembangan budidaya maggot BSF melalui kerja sama lintas desa agar penanganan sampah dapat dilakukan secara menyeluruh.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN Desa Kabul juga menyerahkan kandang maggot sederhana secara simbolis kepada pihak desa.
Selain itu, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai tahapan pembuatan kandang, proses pemeliharaan maggot, hingga pemanfaatannya sebagai pakan ternak.
Editor : Kimda Farida