Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warga Minta Pemda KLU Kaji Opsi Penyediaan Air Bersih di Gili

Habibul Adnan • Senin, 2 Februari 2026 | 21:06 WIB
OPSI LAIN: Pemda KLU diminta agar mempertimbangkan juga agar jaringan sudah ada pipa bawah laut di Gili Air disambung hingga ke Gili Trawangan dan Gili Meno
OPSI LAIN: Pemda KLU diminta agar mempertimbangkan juga agar jaringan sudah ada pipa bawah laut di Gili Air disambung hingga ke Gili Trawangan dan Gili Meno

LombokPost – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) tengah membahas sistem penyediaan air bersih di kawasan wisata Gili Trawangan dan Gili Meno.

Sistem yang digunakan saat ini teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).

Opsi lain yang tengah dikaji, yakni penggunaan Beach Well.

Sistem tersebut dinilai cocok dengan kondisi sekarang dan dipandang sebagai alternatif untuk mendukung keberlanjutan pelayanan air bersih di kawasan wisata unggulan Lombok Utara tersebut.

Akan tetapi Pemda KLU diharapkan agar mengkaji secara matang opsi tersebut.

Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Lombok Utara (JAMPI-LU) Adi Purmanto menyampaikan, jangan sampai langkah ini memunculkan pro-kontra seperti sebelum-sebelumnya.

Apalagi dalam menjalankan sistem ini masih dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) antara Pemda dengan PT TCN. "Pemerintah lebih cermat," kata Adi Purmanto.

Menurutnya, sebenarnya ada skema lain tanpa KPBU. Yaitu memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam yang ada di daratan Lombok Utara. Dengan opsi ada penyaluran air dari daratan ke wilayah kepulauan.

"Salah satu opsi yang perlu dikaji secara serius," tambahnya.

Ia menilai, secara infrastruktur peluang tersebut terbuka. Terlebih sudah ada pipa bawah laut dari daratan menuju Gili Air.

Menurutnya, bukan tidak mungkin jaringan tersebut disambung hingga ke Gili Trawangan dan Gili Meno.

"Tapi tetap memerlukan kajian teknis yang mendalam," imbuh Adi.

Baca Juga: Pemda KLU Pastikan Tetap Pakai Skema KPBU untuk Layanan Air Bersih Gili Meno dan Trawangan, Muncul Opsi Beach Well Gantikan SWRO

Terkait wacana penggunaan teknologi Beach Well sebagai alternatif penyediaan air bersih, dia menekankan pentingnya memahami secara menyeluruh sistem tersebut. Apa saja dampak positif dan negatifnya.

“Apakah bisa digunakan secara massal, lalu perlu dilakukan pengujian secara berkala agar kita tahu kualitas airnya, apakah bagus atau tidak,” katanya.

Menurut Adi, pemerintah juga harus mempertimbangkan aspek efisiensi anggaran.

Perbandingan biaya antara Beach Well dengan opsi meneruskan pipa bawah laut dari daratan, perlu dihitung secara objektif sebelum kebijakan ditetapkan.

“Semua harus ditimbang dulu sebelum bertindak,” tegasnya.

Adi menambahkan, selama ini pelayanan air bersih di kawasan Gili cukup dirasakan manfaatnya. Ia mengaku merasa nyaman saat berkunjung ke Gili karena sudah tersedia air PDAM.

“Saya ketika ke Gili sangat nyaman mandi karena ada air PDAM,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar memastikan pelayanan air bersih di kawasan wisata Gili Trawangan dan Gili Meno tetap menggunakan skema KPBU.

Kemudian, pemerintah masih membahas sistem penyediaan air bersih yang paling tepat dalam skema tersebut.

“Pelayanan air bersih di Gili Trawangan sebenarnya sudah berjalan. Namun, kami meminta PDAM untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanannya,” kata Najmul.

Editor : Prihadi Zoldic
#air bersih Gili Meno #Gili Meno #Gili Trawangan #gili air lombok #air bersih Gili trawangan