LombokPost – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai menggeser pola penanganan kemiskinan.
Yaitu dengan menitikberatkan pada penguatan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.
Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar menyampaikan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bukan terjadi secara kebetulan.
Tetapi ada arah kebijakan yang konsisten difokuskan pada sektor-sektor pengungkit utama.
Faktor pengungkit utama tersebut salah satunya sektor pendidikan. Pada sektor ini, kata Najmul, pihaknya terus meningkatkan dukungan penganggaran.
"Begitu juga kebijakannya, kita arahkan lebih spesifik,” ujar Najmul.
Menurutnya, pendidikan memang menjadi sektor dominan. Namun, Pemkab KLU tidak berjalan parsial.
Tiga sektor utama, yaitu pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, terus dipadukan dalam satu kerangka pembangunan manusia.
Pendekatan ini, lanjutnya, berdampak langsung terhadap penurunan angka kemiskinan.
Sebab, persoalan kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu intervensi tunggal. “Tiga sektor ini menjadi satu kesatuan,” jelasnya.
Dalam implementasinya, Pemerintah KLU menerapkan pendekatan berbasis klaster. Artinya, penanganan tidak disamaratakan, tapi dilakukan sesuai kondisi sosial ekonomi masyarakat, .
Untuk kelompok miskin ekstrem misalnya, bantuan sosial tetap diberikan sebagai bentuk perlindungan.
Sementara bagi kelompok prasejahtera, intervensi diarahkan pada pemberdayaan ekonomi. "Yang punya UMKM, kita bantu agar usahanya berkembang,” katanya.
Model ini dinilai lebih berkelanjutan karena tidak menimbulkan ketergantungan. Sebaliknya, masyarakat didorong untuk mandiri melalui penguatan kapasitas usaha dan akses ekonomi.
Pendekatan klaster tersebut sekaligus menandai perubahan arah kebijakan daerah. Dari sebelumnya berorientasi pada bantuan sosial, beralih pada pemberdayaan yang lebih terukur.
"Tidak hanya menurunkan kemiskinan, tetapi juga mencegah munculnya kemiskinan," tutup Najmul.
Editor : Prihadi Zoldic