Warna putih mendominasi bangunan, dipadukan dengan ornamen emas pada bagian kubah. Pilar-pilar estetis tampak menghiasi jalur masuk, menambah kesan megah sekaligus elegan.
Begitulah sedikit gambaran bentuk miniatur masjid yang dibawa Remas Qamarul Huda Al Hasanah Dusun Cupek, Desa Sigar Penjalin saat pawai takbir Idulfitri beberapa waktu lalu. Ornamen itu menyesuaikan dengan tema yang diusung, yaitu Bunga Teratai.
Baca Juga: Pawai Takbiran di Mataram Meledak! Puluhan Ribu Warga Tumpah ke Jalan, Polisi Siaga Penuh
Hasil karya inilah yang mengantarkan Remas Qamarul Huda Al Hasanah Dusun Cupek ditetapkan sebagai juara umum di ajang tersebut. Sebuah capaian yang sebelumnya tak pernah terlintas dalam benak mereka.
Irwan Laduni, pengurus Remas Qamarul Huda Al Hasana mengaku, pencapaian itu di luar dugaan mereka. ”Alhamdulillah, kami tidak menyangka bisa mendapatkan juara, terlebih sebagai juara umum,” katanya.
Menurutnya, ini semua tidak lepas dari dukungan para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh warga Dusun Cupek. Tanpa dukungan itu, Irwan merasa tidak akan mampu meriah prestasi itu.
Baca Juga: Keliling Naik Motor Pantau Pawai Takbiran di Mataram, Kapolda NTB Pastikan Situasi Kondusif
Persiapan dilakukan dengan serius. Remas menggandeng arsitek untuk merancang lampion yang menjadi pusat perhatian. Yaitu dipercayakan kepada tim TKS (Team Kebut Semalam) dari Kecamatan Pemenang. Mereka bekerja keras agar desain yang diinginkan bisa terwujud dengan baik.
Tak hanya itu, untuk memimpin lantunan takbir, Remas juga mengajak salah satu qori terbaik Lombok Utara yang bernama Ahlul Hijar. Suaranya yang merdu menambah khidmat suasana takbiran sekaligus memperkuat penampilan kafilah dari Dusun Cupek.
Dalam pawai tersebut, mereka mengusung tema bunga teratai yang sedang mekar. Desain lampion dibuat menyerupai masjid megah yang dihiasi simbol teratai. Bunga teratai melambangkan kesucian dan keindahan.
Baca Juga: Listrik Tetap Andal, Pawai Takbiran di Mataram Berjalan Meriah Penuh Cahaya
Secara filosofi, desain tersebut menggambarkan sebuah masjid yang menjadi ikon wisata religi yang menyatu dengan alam. Cahaya lampion yang memantul di antara ornamen-ornamen itu menghadirkan suasana menenangkan dan memikat.
Bagi Remas Qamarul Huda Al Hasanah, kemenangan ini bukan sekadar prestasi. Lebih dari itu, ini adalah kebanggaan karena mampu bersaing dengan peserta lain yang menurut mereka juga menampilkan karya luar biasa.
Irwan menegaskan, keberhasilan ini juga tak lepas dari dukungan Pemerintah Desa Sigar Penjalin. ”Terima kasih juga untuk pemerintah desa yang telah mensuport kami, bahkan semua kafilah dari Sigar Penjalin didukung penuh,” pungkasnya. (HABIBUL ADNAN, Lombok Utara/r8)
Editor : Redaksi