Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kartini Tak Lagi Seremoni! Bhayangkari–PKK–GOW Lombok Utara Bikin Gebrakan Baru untuk Indonesia Emas 2045

Kimda Farida • Jumat, 24 April 2026 | 10:24 WIB
(kiri-kanan) Ketua TP PKK Lombok Utara Hj Rohani Najmul, Ketua Bhayangkari Lombok Utara Heny Agus Purwanta, dan Ketua GOW Lombok Utara Pungky Kusmalahadi
(kiri-kanan) Ketua TP PKK Lombok Utara Hj Rohani Najmul, Ketua Bhayangkari Lombok Utara Heny Agus Purwanta, dan Ketua GOW Lombok Utara Pungky Kusmalahadi

LombokPost--Peringatan Hari Kartini ke-147 di Kabupaten Lombok Utara tahun ini tampil berbeda.

Bukan sekadar seremoni, momentum ini justru melahirkan gebrakan baru: transformasi gerakan perempuan berbasis gagasan strategis untuk masa depan daerah.

Perubahan arah ini ditandai dengan penyerahan buku karya Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Heny Agus Purwanta, kepada Ketua PKK Lombok Utara Rohani Najmul Akhyar dan Ketua GOW Lombok Utara Roro Pungki Kusmalahadi di Kantor Bupati, Selasa (21/4).

Mengusung tema “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, menuju Indonesia Emas 2045”, buku tersebut langsung mencuri perhatian.

Isinya bukan sekadar narasi inspiratif, tetapi memuat strategi konkret yang dinilai mampu mengubah wajah pembangunan berbasis perempuan di daerah.

Heny menegaskan, semangat Raden Ajeng Kartini harus naik level, tidak berhenti pada simbol, tetapi diwujudkan dalam gagasan yang berdampak nyata.

“Kartini hari ini harus hadir dalam bentuk gagasan yang bekerja. Perempuan bukan lagi objek pembangunan, tetapi penentu arah, termasuk di sektor ekonomi, teknologi, hingga kebijakan publik,” tegasnya.

Baca Juga: Jaksa Cium Cacat Hukum di Kontrak Mataram Mall, Sarankan Putus Kontrak Jika Royalti Tak Dilunasi

Yang menarik, buku ini membedah isu-isu kekinian yang jarang disentuh dalam gerakan perempuan daerah.

Mulai dari strategi keberlanjutan, penguatan aliansi organisasi, hingga pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Big Data, dan Internet of Things (IoT).

Menurut Heny, pendekatan lama sudah tidak relevan menghadapi tantangan global.

“Kita butuh kepemimpinan strategis yang adaptif dan berbasis data. Kalau tidak, kita akan tertinggal,” ujarnya.

Tak hanya itu, sektor UMKM juga menjadi sorotan utama.

Penguatan usaha berbasis potensi lokal dinilai menjadi kunci penting dalam meningkatkan kemandirian perempuan sekaligus menjaga ketahanan ekonomi keluarga di Lombok Utara.

Di sisi lain, Ketua PKK Lombok Utara Rohani Najmul Akhyar menyambut langkah ini sebagai titik balik gerakan perempuan di daerah.

“Ini bukan sekadar simbolik. Ada substansi yang bisa langsung ditindaklanjuti. PKK siap mengembangkan program berbasis pengetahuan dan memperkuat kolaborasi lintas organisasi,” katanya.

Rohani menekankan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak harus berjalan beriringan. Menurutnya, keduanya tidak bisa dipisahkan jika ingin menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Ketika perempuan kuat secara ekonomi dan memiliki akses pengetahuan, perlindungan anak akan jauh lebih efektif. Ini harus jadi satu kebijakan utuh,” tegasnya.

Baca Juga: Baznas RI Kembali Tinjau RSLT Labuhan Haji, Fasilitas Lengkap dengan 13 Dokter Spesialis

Momentum ini menjadi sinyal kuat bahwa gerakan perempuan di Lombok Utara tengah mengalami pergeseran besar: dari sekadar kegiatan seremonial menuju gerakan berbasis gagasan, dari retorika menuju strategi nyata.

Kolaborasi Bhayangkari, PKK, dan GOW pun diharapkan menjadi motor perubahan, mendorong kebijakan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di tingkat daerah.

Editor : Kimda Farida
#GOW #bhayangkari #hari kartini #PKK #Lombok Utara