LombokPost - Lombok Utara kini memiliki gedung baru Balai Latihan Kerja (BLK). Kehadiran bangunan megah ini jadi gambaran semangat pemerintah daerah menyiapkan tenaga kerja yang lebih kompeten dan siap bersaing.
Di salah satu ruangan pelatihan BLK yang masih tampak baru, belasan peserta perempuan berseragam hitam putih terlihat serius mengikuti arahan instruktur.
Mereka duduk melingkar di ruang praktik tata boga dengan peralatan pelatihan yang sudah mulai terpasang.
Seperti peralatan pelatihan oven industri dan perlengkapan dapur modern. Sesekali suasana mencair.
Seperti saat instruktur mengajak peserta berdiskusi ringan seputar dunia kerja dan keterampilan yang dibutuhkan industri pariwisata.
Baca Juga: Polres Lombok Utara Musnahkan 36,09 Gram Sabu
Aktivitas itu menjadi gambaran awal bagaimana BLK Lombok Utara diproyeksikan sebagai tempat lahirnya tenaga kerja terampil.
Meski sejumlah fasilitas penunjang masih belum lengkap, proses pelatihan mulai berjalan untuk menyiapkan generasi muda yang siap masuk dunia kerja.
Kepala DPMPTSP-Naker KLU Evi Winarni menjelaskan, pembangunan gedung BLK bersumber dari APBD 2025.
Gedung ini masih dalam masa pemeliharaan. Dia mengakui, sejumlah fasilitas penunjang belum sepenuhnya tersedia.
Baca Juga: Pemda Lombok Utara Sediakan Rp 2 Miliar untuk Bayar Bunga Pinjaman UMKM
Ke depan masih ada fasilitas penunjang yang akan dibangun. Evi mencontohkan pembangunan asrama pelatihan dan fasilitas bagi penyandang disabilitas.
"Beberapa fasilitas memang masih perlu dilengkapi. Belum bisa dibangun karena keterbatasan anggaran," katanya.
Keberadaan asrama dinilai penting untuk mendukung peserta pelatihan dari wilayah-wilayah yang jauh dari pusat kota.
Sementara fasilitas disabilitas, terangnya, menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelatihan kerja yang inklusif dan dapat diakses semua kalangan.
Dia berharap, BLK menjadi jawaban atas tantangan ketenagakerjaan yang selama ini dihadapi Lombok Utara.
Terutama ketimpangan antara kebutuhan industri dengan kualitas sumber daya manusia yang tersedia.
Untuk memperkuat link and match dengan dunia usaha, Evi mengaku telah menggandeng sejumlah hotel dan sekolah menengah kejuruan (SMK).
Kerja sama diarahkan pada penyiapan tenaga kerja yang benar-benar sesuai kebutuhan industri pariwisata.
Baca Juga: PLN NTB Perkuat Keandalan Listrik, Inspeksi Tower Transmisi di Lombok Utara
Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri menegaskan, peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi kebutuhan mendesak. Terlebih sektor jasa dan pariwisata.
Dia mengakui, banyak lowongan tersedia, tetapi tenaga kerja belum sepenuhnya memenuhi standar kompetensi dan sertifikasi yang dibutuhkan.
"Kesenjangan antara kesempatan kerja dan kompetensi tenaga kerja masih menjadi tantangan," ujar Kusmalahadi.
Menurutnya, keberadaan BLK diharapkan mampu menjadi pusat peningkatan kapasitas tenaga kerja.
Pemda juga berkomitmen menghadirkan berbagai program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Editor : Kimda Farida