LombokPost – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, aktivitas jual beli ternak di Pasar Hewan Tanjung mulai ramai.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) Hakamah mengaku sudah turun memantau kondisi pasar hewan tersebut.
Dalam pemantauannya, Hakamah melihat tingginya aktivitas transaksi sapi yang melibatkan peternak hingga para saudagar dari berbagai daerah di Pulau Lombok.
Mereka datang secara rutin setiap hari Rabu dan Minggu untuk menjual ternak.
"Menjelang Idul Adha saya sudah ke Pasar Hewan Tanjung memantau secara langsung situasi jual beli sapi,” ujar Hakamah.
Ia menyebut, perputaran uang di Pasar Hewan Tanjung cukup besar. Dalam sebulan, nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp 30 miliar hingga Rp 40 miliar.
Kondisi itu menunjukkan pasar hewan tersebut menjadi salah satu pusat ekonomi masyarakat, khususnya sektor peternakan di Lombok Utara.
Politisi Partai Gerindra itu menambahkan, menjelang Idul Adha, intensitas perdagangan ternak meningkat signifikan.
Tidak hanya peternak asal Lombok Utara, para pedagang dari Lombok Barat dan Lombok Tengah juga ikut meramaikan pasar.
Melihat tingginya aktivitas perdagangan, Hakamah menilai Pasar Hewan Tanjung membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Baca Juga: DPD Apjati NTB dan PT Cipta Rezeki Utama Salurkan Kurban untuk Warga Pesisir dan Masyarakat Sekitar
Terutama terkait fasilitas penunjang. Ia menyoroti masih minimnya infrastruktur yang mendukung kenyamanan pedagang maupun kesejahteraan hewan.
Ada beberapa fasilitas yang dinilai perlu segera dibenahi. Di antaranya tempat menambat sapi, fasilitas air minum ternak, hingga tempat pemeriksaan kesehatan hewan yang representatif.
“Fasilitas-fasilitas perlu segera dibenahi,” tegasnya.
Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat KLU Kejar Target Peluncuran Nasional
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut penting untuk menunjang kenyamanan pedagang.
Jika tempatnya nyaman, otomatis aktivitas akan lebih ramai, sekaligus menjamin kenyamanan hewan selama berada di area pasar.
Editor : Kimda Farida