LombokPost - Pemangkasan anggaran Dana Desa (ADD) yang terjadi tahun ini tidak membuat Pemerintah Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, kehilangan optimisme dalam melanjutkan pembangunan desa.
Pemdes Kayangan mengaku tetap menyiapkan berbagai langkah alternatif untuk menjaga program pembangunan tetap berjalan.
Kepala Desa Kayangan Edi Kartono mengatakan, tahun ini Desa Kayangan hanya menerima DD sekitar Rp 300 juta.
Jumlah tersebut jauh menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai sekitar Rp 1 miliar lebih.
Edi Kartono menegaskan, pihaknya tidak terlalu khawatir terhadap dampak pengurangan anggaran tersebut.
Baca Juga: Ritual Taek Lauk di Montong Gedeng, Jejak Datu yang Dijaga Warga Kayangan Lombok Utara
Pemdes disebut akan lebih aktif mencari sumber pendanaan lain di luar DD untuk mendukung pembangunan desa.
Salah satu sumber anggaran yang cukup membantu selama ini berasal dari dana aspirasi anggota dewan.
Pada tahun 2025 lalu, berbagai program pembangunan yang bersumber dari dana aspirasi mencapai sekitar Rp 10 miliar masuk ke Desa Kayangan.
Selain itu, Pemdes Kayangan juga terus membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Beberapa usulan telah diajukan ke sejumlah instansi terkait.
Baca Juga: Guru di Wilayah Terpencil KLU Kehilangan Tunjangan Khusus
Salah satu program yang telah diusulkan adalah pembangunan sumur bor melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BWS).
“Banyak program yang kami usulkan ke pemerintah pusat maupun provinsi, seperti irigasi dan infrastruktur lainnya,” jelasnya.
Edi mengatakan, keberhasilan mendapatkan program dari pemerintah pusat maupun provinsi sangat bergantung pada proses pengawalan.
Dia memastikan seluruh kebutuhan masyarakat sudah diusulkan.
Baca Juga: Desa Medana Dorong Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara
“Masalah dapat atau tidak itu urusan belakangan. Yang penting kami sudah mengusulkan dan terus berupaya mengawal program-program tersebut,” tutupnya.
Editor : Kimda Farida