Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Butuh Rp 1,5 Miliar untuk Bebaskan Lahan Kampung Nelayan Merah Putih di Bayan Lombok Utara

Habibul Adnan • Jumat, 5 Juni 2026 | 05:44 WIB
BELUM PEMBEBASAN LAHAN: Di sinilah lokasi rencana pembangunan kampung nelayan merah putih di Desa Sukadana.
BELUM PEMBEBASAN LAHAN: Di sinilah lokasi rencana pembangunan kampung nelayan merah putih di Desa Sukadana.

LombokPost – Rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, masih terkendala ketersediaan lahan.

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) memperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar untuk kepentingan itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) KLU I Putu Hery Suditha mengatakan, kebutuhan anggaran tersebut mencakup biaya pembebasan lahan, appraisal, hingga tahapan administrasi lainnya. Luas lahan tersebut sekitar 55 are.

Hery menegaskan, pembangunan fisik kawasan menggunakan anggaran pemerintah pusat..Pemerintah daerah hanya bertugas menyiapkan lahan.

“Kalau lahannya sudah siap, pemerintah pusat akan melakukan verifikasi teknis lanjutan," imbuhnya.

Baca Juga: Ribuan Titik Lampu Jalan di Lombok Utara Belum Optimal

Hery menjelaskan, Desa Sukadana dipilih sebagai lokasi usulan Kampung Nelayan Merah Putih karena menjadi sentra perikanan tangkap terbesar di KLU.

Produksi hasil tangkapan nelayan di sana jauh lebih tinggi dibanding kawasan pesisir lainnya.

Kata dia, dalam sekali melaut, satu kapal nelayan dapat membawa hasil tangkapan hingga tiga ton ikan.

Bahkan pada musim tertentu hasil tangkapan bisa mencapai tujuh ton per kapal. “Armada yang digunakan sebagian besar milik nelayan lokal,” katanya.

Menurut Hery, kawasan Sukadana juga menjadi pusat aktivitas perikanan tangkap yang tidak hanya melibatkan nelayan setempat.

Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat KLU Kejar Target Peluncuran Nasional

Sejumlah kapal dari luar daerah seperti Sumbawa, Lombok Timur hingga Sulawesi memanfaatkan kawasan tersebut sebagai lokasi pendaratan hasil tangkapan.

Di lokasi ini sebenarnya pernah lolos tahapan verifikasi saat program Kampung Nelayan Modern digagas pemerintah pusat beberapa tahun lalu.

Saat itu, tim dari pusat telah melakukan peninjauan lapangan selama beberapa hari untuk memastikan kelayakan lokasi.

Namun program tersebut tidak berlanjut karena adanya perubahan kebijakan nasional yang.

Meski demikian, hasil verifikasi sebelumnya dinilai menjadi modal penting untuk kembali mengusulkan Desa Sukadana dalam program Kampung Nelayan Merah Putih.

Baca Juga: Pemda KLU Usulkan Rehabilitasi dan Pembangunan Sejumlah Jaringan Irigasi

Kepala Desa Sukadana Zulrahman berharap  program Kampung Nelayan Merah Putih bisa segera terealisasi.

Dia optimistis program ini akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan ekonomi nelayan di Desa Sukadana.

Zulrahman menyebut, Desa Sukadana menjadi desa dengan jumlah kelompok nelayan terbanyak kedua di Kabupaten Lombok Utara. Jumlahnya sekitar 23 kelompok.

Dia berharap, dengan adanya Kampung Nelayan Merah Putih, potensi pengolahan hasil tangkapan nelayan bisa lebih maksimal. Dia memaparkan, nantinya sejumlah fasilitas akan dibangun dalam kawasan tersebut.

Di antaranya cold storage, bengkel perahu, gerai BBM, hingga unit-unit usaha pendukung lainnya.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut akan membantu nelayan meningkatkan nilai jual hasil tangkapan.

“Dengan adanya pengolahan di lokasi, nilai jual hasil tangkapan bisa lebih tinggi,” tutupnya.

Editor : Redaksi Lombok Post
#kampung nelayan lombok utara #Desa Sukadana #Kampung Nelayan Merah Putih #Kecamatan Bayan #Pemda KLU