Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Evi Febrianti Konten Kreator di Lombok Utara yang Konsisten Angkat Tema Alam

Habibul Adnan • Minggu, 7 Juni 2026 | 15:08 WIB
TETAP BERKARYA: Evi Febrianti merupakan konten kreator yang konsisten angkat tema alam
TETAP BERKARYA: Evi Febrianti merupakan konten kreator yang konsisten angkat tema alam.

LombokPost -Di tengah maraknya tren konten sensasional yang sering mengandalkan kontroversi, Evi Febrianti  memilih jalur berbeda. Perempuan yang dikenal dengan nama Evi Busur itu konsisten mengangkat tema alam.

Pagi baru saja menyapa perbukitan di Lombok Utara. Udara segar, hamparan kebun, dan suasana pedesaan yang tenang menjadi pemandangan sehari-hari bagi Evi Febrianti. 

Di tangan perempuan 39 tahun itu, hal-hal sederhana yang kerap luput dari perhatian justru berubah menjadi konten. Bahkan kontennya telah mampu menarik jutaan pasang mata di media sosial.

Iya, Evi Busur konsisten mengangkat tema alam, kehidupan desa, hingga hasil bumi lokal dalam setiap unggahannya. Pilihan tersebut ternyata membawa hasil yang tidak sedikit. 

Konten-konten sederhana yang dibuat dari lingkungan sekitar mampu menghasilkan pendapatan. Lewat kontennya itu dia sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap dirinya sebagai kreator digital.

Dia mengatakan, perjalanan di dunia konten bermula dari rasa penasaran. Sebagai pengguna Facebook, ia sering melihat unggahan seorang kreator dari luar daerah yang rutin menampilkan keindahan alam di sekitar tempat tinggalnya.

Baca Juga: Butuh Rp 1,5 Miliar untuk Bebaskan Lahan Kampung Nelayan Merah Putih di Bayan Lombok Utara

Dari situlah muncul keinginan untuk mencoba hal serupa. “Awal mula saya terjun ke Facebook karena termotivasi oleh salah satu konten kreator dari luar daerah. Kontennya tentang alam di sekitar rumah. Dari situ saya mulai membuat konten dengan tema yang sama pada November 2023,” tuturnya.

Berbekal telepon genggam dan ide-ide sederhana, Evi mulai merekam aktivitas sehari-hari. Ia tidak mengejar konsep yang rumit. Buah-buahan lokal, suasana kebun, hingga kehidupan masyarakat pedesaan menjadi bahan utama kontennya.

Sejak awal, ia memang sengaja memilih tema alam. Selain dekat dengan kehidupannya, menurut Evi, konten semacam itu memiliki penonton yang loyal dan lebih menghargai nilai positif yang disampaikan.

Beragam aktivitas sederhana seperti menampilkan buah-buahan hasil kebun hingga suasana asri pedesaan ternyata mampu menarik perhatian audiens. Meski sempat ragu apakah kontennya akan diterima publik, kenyataan justru berbicara sebaliknya.

Baca Juga: WNA Australia Pemilik Liquid Vape Mengandung Narkoba Ditangkap Polres Lombok Utara

Salah satu video tentang durian menjadi titik balik perjalanan Evi sebagai kreator digital. “Awalnya saya ragu, tapi ternyata benar-benar menghasilkan. Konten pertama yang viral itu tentang durian. Tayangan FYP sampai 8,6 juta,” ungkapnya.

Ledakan penonton tersebut menjadi pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Dari sebuah video sederhana tentang buah yang akrab dengan masyarakat Lombok Utara, namanya mulai dikenal lebih luas di media sosial.

Menurut Evi, satu konten yang berhasil menembus jutaan penonton dapat menghasilkan pendapatan sekitar Rp 5 juta. Nilai yang cukup besar untuk sebuah video yang dibuat dari aktivitas sehari-hari di lingkungan sekitar rumah.

Baca Juga: Pemda KLU Diminta Konsisten Jalankan Komitmen Awal dalam Penyediaan Air Bersih di Gili Meno

Meski demikian, kesuksesan di media sosial tidak membuatnya meninggalkan profesi utama yang telah lama menjadi cita-citanya. Di balik aktivitas sebagai kreator digital, Evi tetap menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik. 

Baginya, menjadi guru bukan sekadar pekerjaan. Melainkan panggilan hidup yang telah lama diimpikan. “Menjadi pendidik itu sangat menantang, tapi itu memang cita-cita saya sejak dulu,” katanya.

Editor : Kimda Farida
#evi febrianti #konten kreator lombok utara #konten alam #evi busur #Profesi Guru