LombokPost – Upaya Pemerintah Desa Kayangan, Kecamatan Mayangan menekan angka stunting menunjukkan hasil positif.
Berdasarkan data terbaru tahun 2026, prevalensi stunting di desa tersebut turun menjadi sekitar 10 persen.
Angka tersebut lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Di mana pada tahun 2025 lalu stunting di Desa Kayangan masih berada di kisaran 12 persen.
Kepala Desa Kayangan Edi Kartono mengatakan, penurunan tersebut menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan selama ini berjalan cukup efektif.
Dia menjelaskan, upaya intervensi ini dilakukan di tengah keterbatasan anggaran.
Capaian itu sekaligus menempatkan Desa Kayangan berada di bawah standar nasional prevalensi stunting.
Baca Juga: Pemda KLU Seriusi Pengelolaan Pajak Daerah Berbasis Digital
Penurunan tersebut tidak terjadi karena berkurangnya kasus di satu wilayah tertentu, melainkan hampir seluruh dusun mampu menjaga jumlah kasus tetap rendah.
Hasil evaluasi tingkat kecamatan menunjukkan rata-rata hanya terdapat satu hingga dua kasus stunting di masing-masing dusun.
"Tidak ditemukan wilayah dengan lonjakan kasus yang signifikan," kata Edi.
Dia menambahkan, faktor utama penyebab stunting masih didominasi persoalan pola asuh dan pemahaman keluarga terkait pemenuhan gizi.
Baca Juga: DPRD Lombok Utara akan Panggil Manajemen PDAM Soal Isu E. Coli
Termasuk juga kurangnya pengetahuan sebagian orang tua mengenai pentingnya asupan gizi bagi anak.
Selain itu, kasus stunting juga banyak dipengaruhi kondisi ibu sejak masa kehamilan.
Kekurangan nutrisi pada ibu hamil berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah maupun prematur yang rentan mengalami gangguan pertumbuhan.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran tahun ini, Pemdes Kayangan bahkan terpaksa menghentikan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang sebelumnya dibiayai melalui dana desa.
Namun demikian, upaya pencegahan dan penanganan stunting tetap berjalan.
Pemdes memilih memperkuat peran kader Posyandu sebagai ujung tombak pendampingan masyarakat.
Para kader secara aktif melakukan edukasi dan pendampingan kepada keluarga sasaran, termasuk melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah warga.
“Upaya kita dari Pemdes, yang pertama, mengajak kader-kader Posyandu untuk tetap aktif memberikan edukasi kepada orang tua sasaran, termasuk anak-anaknya,” tutup Edi Kartono.
Editor : Kimda Farida