LombokPost - Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Data Elektronik Sapi (SIDEWI).
Ini merupakan platform digital yang dirancang untuk mendata sekaligus memantau perkembangan ternak.
Para peternak yang selama ini akrab dengan tali sapi, diberikan penjelasan seputar digitalisasi.
Iya, para peternak tersebut kini tidak hanya sebatas akrab dengan tali sapi maupun kandang.
Akan tetapi mereka diajak bisa segera beradaptasi dengan langkah baru menuju peternakan modern.
Itu seiring dengan peluncuran aplikasi Sistem Informasi Data Elektronik Sapi (SIDEWI).
Aplikasi itu hasil kolaborasi Tim Universitas Udayana Bali dengan Pemda KLU, yang menjadi penanda dimulainya transformasi digital sektor peternakan.
Baca Juga: Pemda KLU Sebut Dua Bangunan di Sempadan Pantai Gili Air Belum Lengkapi Izin
"Data ternak harus dikelola secara modern, transparan, dan akurat. Dengan sistem ini kelompok ternak akan lebih mudah meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing usaha peternakan," kata Bupati KLU Najmul Akhyar.
Menurut Najmul, digitalisasi peternakan juga sedang didorong Pemerintah Provinsi NTB. Lombok Utara dinilai memiliki modal kuat untuk ikut menopang program tersebut.
"Kehadiran SIDEWI menjadi langkah strategis agar pengelolaan peternakan semakin baik dan terukur," katanya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) KLUTresnahadi mengaku, selama ini pendataan ternak dilakukan secara manual.
Baca Juga: 3.819 ASN Lombok Utara Sudah Terima Gaji 13
Setiap perubahan jumlah populasi, perpindahan kepemilikan, hingga perkembangan ternak membutuhkan pencatatan yang lama
Kondisi tersebut kerap menjadi tantangan dalam penyusunan data peternakan. Apalagi populasi sapi dan kerbau mencapai ribuan ekor.
Karena itu, kebutuhan sistem pendataan yang lebih cepat dan akurat dinilai mendesak. "SIDEWI membantu menghasilkan data yang lebih valid," jelasnya.
SIDEWI dirancang layaknya identitas digital bagi setiap ternak. Setiap sapi akan memiliki Nomor Induk dan barcode yang dapat digunakan untuk menelusuri berbagai informasi terkait ternak tersebut.
Baca Juga: Pemda KLU Komitmen Perluas Keterlibatan Masyarakat Hukum Adat dalam Pembangunan
CEO SIDEWI, Fauzan Al-Jundi, SS., M.Si., menjelaskan, sistem ini memungkinkan peternak maupun pemerintah memantau riwayat kesehatan, ternak. Termasuk juga perkembangan, hingga status kepemilikan ternak.
"Setiap sapi akan memiliki identitas yang jelas berupa NIK dan barcode. Pendataan, pemantauan kesehatan, hingga pengelolaan ternak dapat dilakukan lebih cepat dan modern," ujarnya.
Editor : Kimda Farida