Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menjaga Wajah Wisata Lombok Utara dengan Gotong Royong di Kawasan Pusuk

Habibul Adnan • Kamis, 25 Juni 2026 | 11:07 WIB
LESTARIKAN WISATA: Delegasi Kecamatan Gangga ikut gotong royong di kawasan wisata Pusuk, Rabu (24/6).
LESTARIKAN WISATA: Delegasi Kecamatan Gangga ikut gotong royong di kawasan wisata Pusuk, Rabu (24/6).

LombokPost - Pemerintah Kecamatan Gangga mengirimkan lima delegasi untuk ikut gotong royong membersihkan kawasan wisata Pusuk kemarin.

Kegiatan tersebut bagian dari agenda puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup tingkat Kabupaten Lombok Utara.

Kabut tipis masih menggantung di antara pepohonan rindang Jalur Wisata Pusuk, Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Rabu pagi (24/6).

Udara sejuk pegunungan menyambut ratusan peserta gotong royong yang berdatangan dari berbagai penjuru Lombok Utara.

Di tangan mereka tergenggam sapu, karung sampah, cangkul, hingga alat pemotong rumput.

Hari itu, kawasan yang menjadi salah satu ikon wisata dan konservasi Lombok Utara berubah menjadi arena kebersamaan.

Di tengah keramaian itu, lima orang perwakilan Kecamatan Gangga tampak berbaur bersama peserta lain.

Mereka adalah Raden Gede Putrajati, Iwan, Opin Silgar, Medy, dan Sahdanudin. Mereka mewakili Kecamatan Gangga dalam kegiatan massal puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Manchester City Jadi Klub Penyumbang Pemain Terbanyak di Dunia

Kegiatan dipusatkan di Jalur Wisata Pusuk, dengan membersihkan kawasan itu. Camat Gangga Mahzan Zohdi mengatakan, keikutsertaan delegasi bukan sekadar memenuhi undangan kegiatan seremonial.

Tetapi berangkat dari komitmen menjaga pariwisata dan kelestarian lingkungan.

“Jalur Pusuk merupakan kawasan vital yang harus kita jaga bersama. Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi tentang menjaga wajah pariwisata dan kelestarian lingkungan Lombok Utara,” ujarnya.

Raden Gede Putrajati mengaku bangga bisa terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, menjaga lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak. 

Tetapi dibutuhkan keterlibatan semua elemen masyarakat. Dengan demikian, kawasan wisata tetap lestari dan nyaman dikunjungi.

Baca Juga: Pemda KLU Raih Progres Tertinggi Penyelesaian Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK

“Ini tanggung jawab sekaligus kebanggaan bagi kami untuk ikut menjaga alam Lombok Utara,” katanya.

Semangat serupa juga ditunjukkan Iwan. Dia menyebut kesempatan mengikuti gotong royong massal sebagai kehormatan tersendiri bagi aparatur kecamatan. 

Di sela kegiatan, para peserta juga menikmati keindahan alam Pusuk yang terkenal dengan panorama perbukitan hijau dan udara sejuk.

Pemandangan itu seolah menjadi pengingat bahwa alam yang indah membutuhkan kepedulian untuk tetap terjaga.

Gotong royong yang berlangsung beberapa jam tersebut berhasil mengumpulkan tumpukan sampah dari berbagai titik sepanjang jalur wisata.

Baca Juga: Pemda Lombok Utara Buat Terobosan Pengelolaan Keuangan Daerah

Menurut Iwan, kegiatan itu juga memperlihatkan kuatnya budaya kebersamaan yang masih hidup di Lombok Utara.

Bagi Raden Gede, aksi tersebut diharapkan menjadi contoh bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Dia berharap, aksi serupa tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. 

"Kami berharap ini bisa menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian alam di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Editor : Kimda Farida
#wisata pusuk #pusuk lombok utara #gotong royong di jalur pusuk #hari lingkungan #Pemda KLU