LombokPost – DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Salah satu potensi yang dinilai masih dapat dimaksimalkan berasal dari sektor pariwisata.
Wakil Ketua DPRD KLU Hakamah menyampaikan, potensi di sektor pariwisata terbesar berasal retribusi di kawasan tiga gili.
Menurutnya, peningkatan PAD menjadi kunci membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.
"PAD harus terus ditingkatkan. Pos-pos yang masih bocor harus diperbaiki sehingga penerimaan daerah bisa lebih optimal," ujarnya.
Baca Juga: DPRD Dorong Kenaikan Gaji Guru Honorer Lombok Utara
Menurutnya, kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air memiliki potensi besar dalam mendongkrak pendapatan daerah. Namun, potensi tersebut belum tergarap maksimal.
Penyebab utamanya adalah masih terdapat kebocoran dalam sistem pemungutan retribusi.
Pemerintah juga masih lemah dalam melakukan pengawasan di pintu-pintu masuk kawasan wisata.
Ia mencontohkan, masih adanya wisatawan yang masuk tanpa melalui mekanisme pembayaran retribusi.
Baca Juga: Pemda KLU Raih Progres Tertinggi Penyelesaian Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK
Ini karena banyaknya akses menuju kawasan gili, baik melalui Teluk Nare, Senggigi, maupun jalur langsung dari Bali.
Karena itu, pemerintah diminta memperketat pengawasan. Bersamaan dengan itu, harus ada pembenahan sistem pemungutan agar lebih efektif dan transparan.
"Kalau sistemnya dan diperkuat, tentu potensi kebocoran bisa ditekan," kata Hakamah.
Dia juga meminta pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang memadai untuk mengawasi seluruh jalur masuk menuju kawasan wisata.
Menurutnya, penguatan personel menjadi bagian penting agar pengelolaan retribusi dapat berjalan optimal.
Editor : Kimda Farida