LombokPost – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) terus menunjukkan komitmennya menjaga kelestarian lingkungan pesisir di Nusa Tenggara Barat.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk InJourney Airports Konservasi Bahari, BUMN pengelola bandara ini menyalurkan bantuan untuk perlindungan ekosistem laut sekaligus pemberdayaan ekonomi warga di Pantai Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara.
General Manager Bandara Internasional ZAM (BIZAM) Lombok Aidhil Philip Julian menyampaikan, program ini dirancang sebagai langkah berkelanjutan dalam pembangunan sektor kelautan.
Baca Juga: BIZAM Lombok Ajak Puluhan Siswa SD Belajar Keselamatan Penerbangan
Selain itu, aksi nyata ini merupakan bentuk dukungan terhadap implementasi Asta Cita ke-8 Presiden RI Prabowo Subianto terkait penyelarasan lingkungan, alam, dan budaya.
Dalam program konservasi ini, InJourney Airports memfokuskan dua kegiatan utama, yakni transplantasi terumbu karang dan penangkaran penyu.
“Kami memilih komunitas penyu di Pantai Nipah karena mereka memiliki komitmen kuat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem. Secara tidak langsung, langkah ini menciptakan harmonisasi dengan alam,” ujar Aidhil saat ditemui usai kegiatan di Pantai Nipah, Kamis (23/7).
Baca Juga: Tenis Meja Loteng Sabet Dua Emas di Porprov NTB 2026
Guna mendukung operasional komunitas lokal, InJourney Airports telah mengucurkan bantuan secara bertahap. Tahun lalu, bantuan senilai Rp100 juta disalurkan dalam bentuk kapal patroli laut.
Sementara pada tahun ini, dukungan Rp100 juta kembali dikucurkan untuk pengadaan sarana dan prasarana serta penguatan terumbu karang.
“Lombok tidak hanya dikenal dengan keindahan Gunung Rinjani, tetapi juga kekayaan hayati bawah lautnya yang memesona. Kami ingin memastikan kehadiran bandara tidak sebatas di udara, tetapi juga memberi dampak nyata bagi keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat,” tegas Aidhil.
Baca Juga: Pemkab Loteng Gandeng Taspen Life Lindungi ASN
Regional CEO II PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Wahyudi menegaskan, fasilitas kapal patroli yang diberikan dapat difungsikan ganda untuk mendukung mata pencaharian warga sekitar.
“Potensi wisata pesisir dan laut di kawasan ini sangat besar. Kapal ini tidak hanya untuk patroli menjaga ekosistem, tetapi juga bisa dimanfaatkan warga untuk menunjang aktivitas ekonomi,” jelas Wahyudi.
Wahyudi menambahkan, Pantai Nipah menjadi pilot project bagi program kelautan InJourney Airports. Jika program ini terbukti memberikan dampak signifikan bagi kelestarian alam dan kesejahteraan warga, pihak Angkasa Pura siap mereplikasi program serupa di lokasi-lokasi potensial lainnya di Indonesia.
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan