KKN FISIP UB Audiensi dengan Wabup Lombok Utara, Siapkan Program Pengabdian di Desa Bayan

Kimda Farida • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 09:41 WIB
Mahasiswa KKN FISIP FBD 60 Indonesia Timur 2026 Universitas Brawijaya saat audiensi dengan Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri membahas program pengabdian di Desa Bayan.
Mahasiswa KKN FISIP FBD 60 Indonesia Timur 2026 Universitas Brawijaya saat audiensi dengan Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri membahas program pengabdian di Desa Bayan.

 

LombokPost--Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) FISIP Bakti Desa (FBD) Indonesia Timur 2026 Universitas Brawijaya (UB) memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dalam menjalankan program pengabdian masyarakat di Desa Bayan.

Kolaborasi tersebut diawali melalui audiensi dengan Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri di Kantor Bupati Lombok Utara, Selasa (7/7).

Pertemuan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memaparkan rencana program kerja sekaligus menggali kebutuhan dan potensi yang dapat dikembangkan di Desa Bayan.

Dalam audiensi tersebut, mahasiswa KKN FISIP FBD 60 Indonesia Timur 2026 bertajuk *"Jingga Berdampak"* mempresentasikan sejumlah program pengabdian yang berfokus pada empat sektor. Yakni pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.

Keempat sektor tersebut dirancang berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat, analisis sosial, serta potensi lokal Desa Bayan.

Program diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama pelaksanaan KKN, tetapi juga dapat mendukung pengembangan desa secara berkelanjutan.

Baca Juga: Hebat, Tarung Derajat Satlat Meninting Sumbang Satu Emas untuk Lombok Barat

Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri menyambut baik gagasan yang disampaikan mahasiswa Universitas Brawijaya.

Ia menilai program tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah dan dapat memberikan dampak positif apabila dilaksanakan melalui kolaborasi berbagai pihak.

Kusmalahadi juga menyoroti potensi pariwisata budaya Desa Bayan yang dinilai menjadi salah satu kekuatan utama Lombok Utara.

"Kalau Desa Bayan, tidak bisa dipungkiri, Desa Bayan adalah andalan kami untuk budayanya. Jadi selain tiga gili, andalan kami adalah pariwisata budaya, itu ada di Desa Bayan," ujarnya.

Menurutnya, potensi budaya yang dimiliki Desa Bayan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi penguatan sektor pariwisata daerah.

Karena itu, keterlibatan mahasiswa dalam program pengabdian diharapkan mampu memberikan perspektif dan gagasan baru bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara juga menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan program KKN FISIP Bakti Desa Indonesia Timur 2026. 

Dukungan tersebut mencakup penyediaan fasilitas, pendampingan, serta bantuan yang dibutuhkan agar program dapat berjalan secara optimal.

Bagi mahasiswa, dukungan pemerintah daerah menjadi modal penting untuk melaksanakan program pengabdian secara lebih terarah.

Audiensi tersebut juga memberikan gambaran lebih luas mengenai prioritas pembangunan Kabupaten Lombok Utara dan kebutuhan masyarakat di Desa Bayan.

Baca Juga: Menjaga Kemitraan Tebu di Kaki Tambora, Dialog Menjadi Jalan Merawat Harapan Petani dan Industri Gula Dompu

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat, program KKN FISIP FBD 60 Indonesia Timur 2026 diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata di Desa Bayan.

Semangat *"Jingga Berdampak"* pun terus digaungkan melalui kolaborasi, inovasi, dan pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga mendorong lahirnya manfaat berkelanjutan bagi masyarakat serta mendukung pembangunan Kabupaten Lombok Utara.

Editor : Kimda Farida
Sumber : siaran pers
KKN FISIP FBD Indonesia Timur UB Desa Bayan Universitas Brawijaya Lombok Utara