LombokPost - Pembangunan fisik Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) telah mendekati 80 persen.
Dengan progres saat ini, gedung baru sudah bisa ditempati pada tahun ajaran baru nanti.
Sesuai target awal, sekolah rakyat ini akan beroperasi pada akhir Agustus. Kepastian ini disampaikan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) KLU Fathurrahman
Dia mengatakan, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dijadwalkan dimulai pada 31 Agustus 2026.
Jadwal tersebut menyesuaikan target penyelesaian pembangunan gedung SR.
Untuk guru, sementara waktu akan memanfaatkan tenaga pendidik lokal. Ini sambil menunggu proses rekrutmen guru oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
"Akan dibantu tenaga pendidik lokal yang ditugaskan sebagai guru tamu," ujarnya.
Baca Juga: Dewan Ingatkan Pemkab KLU Tuntaskan PR Infrastruktur dan Layanan Dasar
Fathurrahman mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) KLU. OPD ini menyatakan telah menyiapkan guru untuk jenjang SD dan SMP.
Sementara kebutuhan guru SMA dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi NTB.
Secara keseluruhan, SR KLU membutuhkan sekitar 23 tenaga pendidik untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Dari sisi peserta didik, kuota siswa dipastikan telah terpenuhi. Total terdapat 270 siswa yang akan mengikuti pendidikan pada tahun ajaran pertama.
Rinciannya, 30 siswa jenjang SD dalam satu rombongan belajar (rombel), 120 siswa SMP yang terbagi dalam empat rombel, serta 120 siswa SMA yang juga terbagi dalam empat rombel.
Baca Juga: Bantuan Sosial di Lombok Utara Sasar 560 Lansia dan Disabilitas
Fathurrahman mengakui kuota siswa SD belum sesuai target awal yang direncanakan sebanyak tiga rombel atau 90 siswa.
Rendahnya jumlah pendaftar membuat alokasi rombel dialihkan ke jenjang SMP dan SMA yang memiliki minat lebih tinggi.
Sementara itu, Penanggung Jawab Proyek SR Lombok Utara Arahman memastikan, konstruksi bangunan dirancang dengan standar tahan gempa.
Baca Juga: Dispar KLU Ajak Pelaku Wisata Galakkan Penanaman Pohon
Perhitungan struktur telah dilakukan sejak tahap perencanaan guna meminimalkan risiko kerusakan apabila terjadi bencana.
"Pembangunan ini sebelum dilaksanakan memang sudah dihitung sama perencanaannya untuk tahan gempa," katanya.
Menurutnya, aspek keamanan menjadi perhatian utama mengingat lokasi SR ini berada tidak jauh dari kawasan pesisir.
Di satu sisi, KLU merupakan daerah yang memiliki tingkat kerawanan gempa cukup tinggi. "Kami pakai sistem tahan gempa, secara perhitungan aman," tegasnya.
Editor : Kimda Farida