Aksi Penanaman Bibit Pohon oleh SPPG Lombok Utara. Langkah Kecil yang Memiliki Dampak Besar

Habibul Adnan • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:02 WIB
AKSI NYATA: Kepala SPPG KLU Adi Pratama (kanan) menyerahkan bibit pohon kepada Asisten I Pemda KLU.
AKSI NYATA: Koordinator SPPG KLU Adi Pratama (kanan) menyerahkan bibit pohon kepada Asisten I Pemda KLU.

LombokPost - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lombok Utara melakukan aksi nyata dalam gerakan penghijauan.

Mereka menyiapkan 75 bibit pohon pelindung untuk ditanam di berbagai lokasi.

Deretan bibit pohon berjajar rapi. Ada mahoni, trembesi, ketapang, hingga beberapa jenis pohon pelindung lain yang siap dipindahkan ke tanah tempat mereka akan tumbuh. 

Daun-daun mudanya tampak segar. Sementara batang-batang kecil yang masih disangga polybag menjadi pertanda bahwa kehidupan baru sedang dipersiapkan.

Di balik ukurannya yang masih mungil, tersimpan harapan besar agar ruang-ruang di Lombok Utara semakin teduh dan hijau. 

Pemandangan itu bukan sekadar tumpukan bibit tanaman. Tapi membawa pesan tentang menjaga keseimbangan alam di tengah laju pembangunan yang terus bergerak.

Tentang merawat kehidupan yang kelak memberi manfaat bagi banyak orang.

Komitmen itulah yang diwujudkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Lombok Utara.

Mereka telah menyiapkan 75 bibit pohon pelindung untuk ditanam di berbagai lokasi strategis. 

Bibit-bibit tersebut diproyeksikan menghijaukan lingkungan permukiman, dan fasilitas umum.

"Hingga di kawasan yang memiliki potensi mengalami erosi," kata Korwil SPPG KLU Adi Pratama.

Dia mengatakan, gerakan ini lahir dari kesadaran bahwa kelestarian lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama.

 Pohon-pohon yang ditanam diharapkan menjadi warisan bagi generasi mendatang.

Menurutnya, penghijauan merupakan investasi masa depan. Sebab, manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam jangka waktu panjang.

Seperti udara lebih sejuk, kualitas lingkungan lebih baik, hingga perlindungan terhadap ancaman longsor dan abrasi tanah.

Adi menambahkan, di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, keberadaan pohon menjadi salah satu benteng alami.

Tajuknya mampu menyerap karbon, akarnya mengikat tanah, sementara rindangnya memberikan ruang teduh bagi aktivitas masyarakat.

Dia berharap, gerakan sederhana itu dapat menjadi langkah kecil yang memiliki dampak besar.

Tidak menutup kemungkinan upaya penghijauan tidak berhenti, tetapi berkembang menjadi budaya bersama.

Adi Pratama juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Kepala SPPG, yayasan, dan para mitra yang telah bergotong royong menyisihkan sebagian anggaran untuk penyediaan bibit pohon.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi nyata.

Ia berharap sinergi berbagai elemen masyarakat terus terjalin sehingga gerakan menanam pohon semakin meluas.

"Setiap batang yang tumbuh hari ini akan menjadi peneduh, penyimpan air, sekaligus penjaga keseimbangan alam di masa depan," tutupnya.

Editor : Kimda Farida
¡SPPG Lombok Utara SPPG KLU penghijauan