LombokPost – Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kecamatan Tanjung dan Kayangan yang tutup beberapa waktu lalu, belum ada kepastian kapan akan beroperasi.
Untuk menindaklanjuti hal itu, Pemda KLU dalam waktu dekat ini akan memanggil PT Pertamina.
"Kita akan meminta penjelasan terkait penyebab mandeknya operasional dua SPBU tersebut," kata Bupati Lombok UtaraNajmul Akhyar.
Najmul mengaku sudah bersurat secara resmi kepada Pertamina. Pemerintah daerah meminta agar digelar.
"Kita ingin kejelasan, inikan belum bisa buka sampai sekarang,” ujar Najmul.
Menurutnya, keberadaan SPBU bukan sekadar fasilitas pendukung, melainkan kebutuhan dasar masyarakat.
Baca Juga: Aksi Penanaman Bibit Pohon oleh SPPG Lombok Utara. Langkah Kecil yang Memiliki Dampak Besar
Akses BBM yang mudah akan berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi, distribusi barang, hingga mobilitas warga sehari-hari.
Karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan secara langsung letak persoalan yang menyebabkan SPBU di Tanjung dan Kayangan belum juga beroperasi.
Pemkab ingin memastikan, apakah hambatan berasal dari kebijakan internal Pertamina atau atau pihak investor.
Selain iti, Pemkab KLU juga akan membahas agenda lain dalam pertemuan tersebut. Yakni mendorong pembangunan SPBU baru di Kecamatan Bayan.
Menurut Najmul, wilayah Bayan sudah sangat membutuhkan fasilitas pengisian BBM. Selama ini masyarakat harus menempuh jarak yang cukup jauh menuju SPBU terdekat.
Baca Juga: 26 Desa Persiapan di Lombok Utara Dinyatakan Layak Dimekarkan
Meski demikian, ia menjelaskan pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan membangun SPBU komersial secara langsung.
Realisasi pembangunan tetap bergantung pada minat investor yang bersedia menanamkan modal. “SPBU di Bayan isangat diperlukan,” katanya.
Anggota Komisi III DPRD KLU Lalu M. Zaki mengatakan, distribusi BBM bersubsidi di KLU belum merata.
Baca Juga: KLU Dapat Bantuan Irigasi Rp 7,9 Miliar dari Pusat
Terlebih, sejauh ini masih ada dua SPBU yang belum beroperasi akibat persoalan internal.
Dia mendesak Pemda KLU menempuh langkah konkret. Menurutnya, perlu ada kejelasan kapan di SPBU itu akan beroperasi.
"Jangan hanya menunggu, karena masyarakat yang dirugikan dengan penutupan SPBU Tanjung dan Kayangan," katanya.
Editor : Kimda Farida