Pekan Pemajuan Kebudayaan Lombok Utara. Jadi Ruang Bertemunya Tradisi, Kreativitas, dan Generasi Muda

Habibul Adnan • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 08:07 WIB
PUKUL GONG: Suasana pembukaan Pekan Pemajuan Kebudayaan Lombok Utara, belum lama ini.
PUKUL GONG: Suasana pembukaan Pekan Pemajuan Kebudayaan Lombok Utara, belum lama ini.

LombokPost - Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira menyelenggarakan Pekan Pemajuan Kebudayaan selama tiga hari, yaitu pada tanggal 24–26 Juli 2026. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menghidupkan tradisi di Lombok Utara.

Cahaya lampu panggung mulai menerangi Alun-alun Tioq Tata Tunaq, malam itu. Bersamaan dengan itu, terdengar tabuhan gendang dan alunan gema musik tradisional. Perlahan ribuan warga memadati kawasan pusat kota Tanjung itu. 

Anak-anak, remaja, hingga orang tua larut menikmati suguhan tari tradisional, musik etnik, sastra, permainan rakyat, hingga pameran budaya. Kegiatan budaya itu menghidupkan kembali denyut tradisi di Lombok Utara.

Suasana itu menjadi penanda dimulainya Pekan Pemajuan Kebudayaan Lombok Utara 2026. Acara ini berlangsung selama tiga hari, yaitu pada tanggal 24–26 Juli 2026. 

Baca Juga: Budaya Sasak Memukau di Jember Fashion Carnaval 2026

Kegiatan tersebut diselenggarakan Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira bersama Kementerian Kebudayaan melalui Program Dana Indonesiaraya. Acara ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-18 dan Bulan Kebudayaan KLU.

Bagi Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira, kegiatan ini bukan sekadar panggung hiburan. Ajang tersebut menjadi ruang bertemunya tradisi, kreativitas, dan generasi muda agar kebudayaan tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Ketua Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira yang juga Sekretaris Dewan Kebudayaan Daerah KLU Sandi Justitia Putra mengatakan, kebudayaan harus dipandang sebagai fondasi masa depan. "Bukan hanya peninggalan masa lalu," ujarnya.

Menurut Sandi, terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan hasil gotong royong banyak pihak. Mulai dari Kementerian Kebudayaan, Pemda KLU, Dewan Kebudayaan Daerah, komunitas budaya, para seniman, relawan, hingga masyarakat.

Baca Juga: Pemdes Medana Lestarikan Budaya dan Adat Istiadat

Selama tiga hari pelaksanaan, panggung budaya diisi berbagai pertunjukan dari sanggar-sanggar seni dari berbagai kecamatan. Di sisi lain, pelaku ekonomi kreatif juga diberi ruang memamerkan karya mereka.

Sekda KLU Sahabudin menilai, inisiatif komunitas seperti Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira menjadi contoh, bahwa masyarakat dapat mengambil peran dalam menjaga identitas daerah. Dia berharap, kegiatan ini menjadi agenda budaya tahunan. 

Momen ini juga menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal. Di samping itu, akan memberikan kontribusi bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Baca Juga: DPRD Lombok Utara Kaji Tambahan Subsidi Haji Tahun Depan

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Subbagian Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV NTB Made Agus Adi Prabawa.

Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan komunitas mampu menghadirkan ruang pelestarian budaya.

"Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia," ujarnya.

Editor : Kimda Farida
sahabudin pekan pemajuan budaya lombok utara rumah budaya rampe sammira budaya lokal Lombok Utara Sekda Lombok Utara