Pantai hingga Kawasan Perbukitan Jadi Spot Menikmati Sunrise dan Sunset di Lombok Utara

Habibul Adnan • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 06:47 WIB
MATAHARI TERBENAM: Pengunjung menikmati suasana sunset di Pantai Impos, Desa Malaka, Kecamatan Tanjung.
MATAHARI TERBENAM: Pengunjung menikmati suasana sunset di Pantai Impos, Desa Malaka, Kecamatan Tanjung.

LombokPost - Kabupaten Lombok Utara (KLU) menyimpan banyak lokasi menarik untuk berburu matahari terbit dan terbenam. 

Selain tiga gili, sejumlah pantai hingga kawasan perbukitan bisa menjadi spot untuk menikmati sunrise dan sunset.

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata (Dispar) KLU Ida Bagus Sumadyasa mengatakan, hampir setiap kecamatan memiliki lokasi yang potensial dikembangkan sebagai spot menikmati matahari terbit maupun terbenam. 

Mulai dari Kecamatan Pemenang hingga Bayan di ujung timur KLU. “Di Desa Malaka sudah ada papan identitas yang sekaligus bisa dimanfaatkan untuk menikmati sunset," kata Ida Bagus.

Salah satu lokasi yang dinilai memiliki potensi besar adalah Jembatan Koloh Penggolong di Kayangan. 

Baca Juga: Tenun Lombok Utara Sukses Curi Perhatian pada Puncak HUT ke 46 Dekranas di Makassar

Perpaduan antara jembatan dan hamparan pantai mampu menjadi daya tarik tersendiri jika dilengkapi fasilitas wisata yang memadai.

Ida Bagus menyebut lokasi tersebut saat ini sudah ramai, terutama pada sore hari. Banyak remaja dan wisatawan datang untuk berswafoto dengan latar jembatan dan laut lepas.

Bahkan, suasana di Jembatan Koloh Penggolong pada sore hari disebut memiliki panorama yang tidak kalah menarik dengan sejumlah destinasi luar negeri. Dia menyebut suasananya seperti ada di Korea. 

Dispar KLU berencana membuat spot pendukung di destinasi ini. Misalnya akan dilengkapi spot selfie, gardu pandang dan sarana pendukung lainnya. "Supaya tempat itu menjadi salah satu spot kenangan wisatawan," tutup Ida Bagus.

Baca Juga: Bupati Najmul Ingin Masyarakat Merasakan Kemeriahan HUT ke-18 Kabupaten Lombok Utara

Lokasi lain yang menarik untuk menikmati panorama matahari terbit dan terbenam berada di kawasan Pusat Observasi Bulan (BOP). Yaitu berada Desa Teniga, Kecamatan Tanjung.

Lokasi tersebut berada di ketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan laut. Dari tempat itu, pengunjung dapat menikmati panorama alam KLU dari ketinggian, termasuk gugusan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air yang terlihat berjejer.

Kepala Desa Teniga M Yusup mengaku, pihaknya telah mengembangkan Taman Pecatu. Tempat tersebut kini menjadi salah satu ruang berkumpul warga, khususnya anak-anak muda.

Baca Juga: Pekan Apresiasi Sastra KLU 2026 jadi Ruang Berkreasi

“Sore hari pengunjung juga bisa menikmati matahari terbenam,” katanya.

Taman Pecatu sebelumnya hanya berupa semak belukar. Melihat potensi tersebut, para pemuda setempat berinisiatif menyulapnya menjadi taman agar masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki ruang berkumpul tanpa harus keluar desa.

Kini, hampir setiap sore Taman Pecatu ramai dikunjungi. Selain bersantai, pengunjung juga dapat menikmati fasilitas pojok baca yang menjadi wajah baru taman tersebut. 

“Selain membaca, pengunjung bisa menikmati pemandangan dari tempat ini,” ujarnya. 

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
sunset di lombok utara sunset pantai impos sunset BOP teniga sunset sunrise