LombokPost — Limbah sabut kelapa yang biasanya dibakar atau terbuang sia-sia di Desa Bentek, Kecamatan Gangga, kini disulap menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Inovasi itu diperkenalkan mahasiswa yang sedang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari sejumlah perguruan tinggi.
Yaitu kolaborasi Universitas Mataram (Unram) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, serta Universitas 45 Mataram.
Warga dibekali pelatihan pembuatan spons sabut kelapa dan sabun cair rumah tangga di Kantor Desa Bentek.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari jajaran Polres Lombok Utara dan Pemerintah Desa Bentek.
Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Heny Agus Purwanta, Kapolsek Gangga AKP Andi Kusnadi, serta Kepala Desa Bentek Warna Wijaya turut hadir.
Kepala Desa Bentek Warna Wijaya mengatakan, inovasi tersebut sejalan dengan potensi lokal desanya yang memiliki produksi kelapa cukup melimpah.
Selama ini, katanya, sabut kelapa belum banyak dimanfaatkan dan justru dianggap sebagai limbah. “Sering dianggap limbah biasa yang dibuang atau dibakar," ujarnya.
Padahal dengan sedikit kreativitas, sabut kelapa punya nilai ekonomis tinggi, salah satunya menjadi alat cuci piring ramah lingkungan.
Menurutnya, pemanfaatan sabut kelapa menjadi produk rumah tangga tidak hanya membantu mengurangi limbah.
Lebih dari itu, dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya kelompok perempuan dan pemuda.
Baca Juga: Pertamina Jamin Stok BBM Di Lombok Utara Stabil
Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta menegaskan, kepolisian siap mendukung program pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan potensi lokal.
“Ini bukan sekadar belajar membuat produk rumah tangga, melainkan langkah nyata membangun kemandirian ekonomi dari tingkat keluarga. Kami dari Polres Lombok Utara akan selalu mendukung program pemberdayaan seperti ini demi kesejahteraan warga dan kelestarian lingkungan,” tegasnya.
Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Heny Agus Purwanta menilai, spons berbahan sabut kelapa memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai produk unggulan desa.
Selain memanfaatkan bahan organik, produk tersebut dapat dipadukan dengan sabun cair hasil produksi warga.
Jika dikelola secara serius, inovasi tersebut berpotensi dikembangkan menjadi produk UMKM Desa Bentek.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Lombok Post