LombokPost – Limbah sabut kelapa yang selama ini hanya dibakar atau dibuang, mulai dilirik sebagai sumber penghasilan baru warga Desa Bentek, Kecamatan Gangga.
Melalui pelatihan, masyarakat dibekali keterampilan mengolah sabut kelapa menjadi spons cuci piring ramah lingkungan.
Pelatihan tersebut digelar melalui kegiatan sosialisasi di Kantor Desa Bentek.
Selain pemanfaatan sabut kelapa, warga juga diberikan keterampilan membuat sabun cair untuk kebutuhan rumah tangga.
Kepala Desa Bentek Warna Wijaya mengatakan, inovasi tersebut menjadi langkah awal mendorong masyarakat melihat limbah dari sudut pandang berbeda.
Baca Juga: Perjuangan Warga dalam Upaya Pemekaran Desa Persiapan Murangga, Lombok Utara Butuh Waktu 15 Tahun
Terlebih, Desa Bentek memiliki potensi kelapa yang cukup melimpah.
“Selama ini sabut kelapa sering dianggap limbah biasa. Dibuang atau dibakar. Padahal kalau diolah dengan kreativitas, bisa menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Menurutnya, pemanfaatan sabut kelapa menjadi spons cuci piring tidak hanya membantu mengurangi limbah.
Tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Warna berharap, keterampilan yang diperoleh warga tidak berhenti pada kegiatan pelatihan.
Baca Juga: Sigar Penjalin Jadi Desa Pertama di KLU Anggarkan Insentif Kader TB
Kaum ibu dan pemuda desa diharapkan mampu mengembangkan produk tersebut secara mandiri hingga menjadi usaha rumahan.
“Harapannya ini bisa menjadi stimulus bagi ibu-ibu dan pemuda untuk membuka usaha sampingan. Sehingga bisa membantu menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.
Pengolahan limbah menjadi produk bernilai jual tersebut sekaligus menjadi upaya mendorong ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah, sabut kelapa dapat berubah menjadi sumber cuan bagi masyarakat Desa Bentek.
Editor : Kimda Farida