Gili Festival Dinilai Belum Mampu Dongkrak Lama Tinggal Wisatawan

Habibul Adnan • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:04 WIB
MASIH ADA PR: Suasana Mandi Safar di Pantai Gili Trawangan yang menjadi rangakaian event Gili Festival, tahun lalu.
MASIH ADA PR: Suasana Mandi Safar di Pantai Gili Trawangan yang menjadi rangakaian event Gili Festival, tahun lalu.

LombokPost -  Gili Festival kembali digelar Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU). Namun, di balik geliat promosi dan ramainya event tahunan tersebut, masih tersisa pekerjaan rumah yang dinilai menjadi perhatian serius.

Yaitu festival yang dinilai belum mampu membuat wisatawan memperpanjang masa tinggal (length of stay). Khususnya untuk menjelajah destinasi di wilayah daratan Lombok Utara.

Wakil Ketua DPRD KLU Hakamah mengatakan, Gili Festival memang telah memberikan dampak positif bagi promosi pariwisata.

Event yang mengangkat budaya dan potensi bahari itu telah memperkuat branding KLU dalam berbagai event nasional.

Namun, keberhasilan dari sisi promosi tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan dampak ekonomi jangka panjang.

Baca Juga: KLU Kirim 40 Kontingen ke Jambore Nasional di Jakarta

“Karena length of stay belum signifikan naik. Kebanyakan wisatawan datang hanya satu hari saat festival berlangsung, lalu balik lagi,” ujarnya.

Kondisi itu menjadi catatan penting bagi Pemda KLU. Sebab, tujuan utama pengembangan event pariwisata bukan sekadar mendatangkan wisatawan.

Tetapi juga membuat mereka tinggal lebih lama dan membelanjakan uang lebih banyak di daerah.

Hakamah melihat konsentrasi kunjungan wisatawan masih sangat kuat di Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air.

Sementara kawasan daratan Lombok Utara lebih banyak berfungsi sebagai jalur transit menuju tiga gili.

Baca Juga: Polres Lombok Utara Catat Angka Kriminalitas Meningkat

Dampaknya pun terasa pada aktivitas ekonomi masyarakat. Lonjakan kunjungan hanya berlangsung dalam waktu relatif singkat.

Setelah momentum festival berakhir, aktivitas ekonomi yang dipicu event ikut mereda.

Meski memberikan sejumlah catatan, DPRD KLU tetap mendukung pelaksanaan Gili Festival. Hakamah berharap event tersebut terus dikembangkan.

Sehingga ke depan memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD dan pemerataan manfaat pariwisata.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari Pemda KLU. Kepala Dinas Pariwisata KLU Denda Dewi Tresni Budiastuti belum memberikan respon saat ditanya terkait upaya yang dilakukan dalam menambah lama tinggal wisatawan. 

Baca Juga: Warga Desa Bentek Lombok Utara Sulap Sabut Kelapa Jadi Cuan

Sebelumnya, Denda mengaku bahwa Gili Festival masuk Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 bersama event Maulid Adat Bayan. Dua event ini masuk KEN setelah melalui tahap seleksi dan penilaian ketat.

“Dua event ini menjadi representasi bahwa Pariwisata Lombok Utara tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga identitas budaya,” ungkap Denda.

Dikatakan, ajang Gili Festival kembali masuk KEN untuk keempat kalinya secara berturut-turut.

Sejak digelar perdana tahun 2023 lalu, event ini mendapat antusiasme tinggi baik dari wisatawan maupun masyarakat yang ada di Desa Gili Indah.

Editor : Kimda Farida
event wisata Gili Meno Gili Trawangan gILI fESTIVAL Gili Air