FPRB dan Pemda KLU Tuntaskan Penyusunan Bahan Ajar Kebencanaan. Susun Buku Cerita Bergambar

Habibul Adnan • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03:14 WIB
PENGENALAN SEJAK DINI: Para siswa menunjukkan buku bahan ajar risiko bencana yang diberikan pada acara diseminasi.
PENGENALAN SEJAK DINI: Para siswa menunjukkan buku bahan ajar risiko bencana yang diberikan pada acara diseminasi.

LombokPost - Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Lombok Utara saat ini telah menyelesaikan penyusunan buku bahan ajar pengurangan risiko bencana. Buku tersebut nantinya akan dibagikan ke sekolah-sekolah.

Bagaimana jika gempa tiba-tiba mengguncang saat proses belajar mengajar berlangsung? Ke mana harus berlari, apa yang harus dilakukan, dan bagaimana menyelamatkan diri tanpa menimbulkan kepanikan?

Pertanyaan-pertanyaan sederhana itu kini mulai dikenalkan kepada anak-anak sekolah di Lombok Utara.

Bukan lewat teori yang rumit, melainkan melalui cerita bergambar yang dekat dengan dunia mereka.

Buku tersebut sudah selesai disusun dan siap dibagikan kepada para siswa di KLU. Ketua FPRB KLU Budiawan mengatakan, buku tersebut merupakan bagian dari roadmap atau peta jalan yang disusun untuk membangun pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai risiko bencana.

Baca Juga: Atlet KLU Mentereng di Porprov, DPRD Sarankan Pemda Bangun GOR

“Roadmap atau peta jalan ini kami susun supaya anak-anak dan masyarakat memahami bencana itu seperti apa dan apa yang harus dilakukan,” kata Budiawan.

Penyusunan bahan ajar tersebut melibatkan tim dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) bersama FPRB. Prosesnya berlangsung sekitar dua bulan.

Setelah melalui berbagai tahapan, buku tersebut rampung sekitar lima hari lalu.

Setelah buku selesai disusun, FPRB Lombok Utara menggelar diseminasi bahan ajar pengurangan risiko bencana pada Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Kamis (13/8).

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk siswa SD dari sejumlah sekolah di Lombok Utara.

Baca Juga: Lombok Utara Resmi Jadi Tuan Rumah MTQH Provinsi NTB

Para siswa tidak hanya mengikuti pemaparan. Mereka juga mendapatkan buku bahan ajar berjudul.

“Selamat dari Bencana”. Buku tersebut dikemas dalam bentuk cerita bergambar agar pesan mengenai kebencanaan lebih mudah dipahami anak-anak.

Menurut Budiawan, diseminasi bukan sekadar memperkenalkan buku yang telah selesai dibuat.

Lebih jauh, kegiatan itu menjadi ruang untuk menjelaskan proses penyusunan sekaligus memastikan materi yang disampaikan benar-benar dapat menjadi bekal bagi satuan pendidikan.

Pengenalan sejak dini dinilai penting. Sebab, Lombok Utara merupakan daerah yang tidak lepas dari berbagai potensi bencana.

Anak-anak perlu mengetahui langkah sederhana yang harus dilakukan ketika bencana terjadi, tanpa harus menunggu mereka menjadi dewasa.

Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) KLU Moh Najib menyambut baik diseminasi tersebut.

Baca Juga: Atlet Padel KLU Berrap Fasilitas Lapangan Memadai

Menurutnya, pendidikan kebencanaan harus menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang memiliki cara berpikir ke depan.

“Bagaimana kita berpikir ke depan bahwa bencana setiap saat bisa terjadi. Diseminasi ini sangat kita butuhkan untuk memberikan pembekalan di satuan pendidikan yang ada di KLU,” katanya.

Najib berharap sekolah, OPD, serta seluruh pihak terkait memberikan perhatian serius terhadap program tersebut.

Sebab, pengetahuan mengenai kebencanaan bukan hanya bermanfaat ketika bencana terjadi, tetapi juga membentuk budaya kesiapsiagaan sejak dini.

Tak berhenti pada kegiatan diseminasi, Dikbudpora KLU juga menyatakan kesiapan untuk memperbanyak buku "Selamat dari Bencana”. Sehingga bahan ajar ini dapat menjangkau lebih banyak siswa.

Editor : Redaksi Lombok Post
susun buku kebencanaan edukasi bencana fprb Lombok Utara FPRB KLU Pemda KLU