Seribu Jong Bayan Jadi Pembuka Maulid Adat

Habibul Adnan • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:37 WIB
PAKAIAN KHAS: Iring-iringan Parade Seribu Jong Bayan menandai dibukanya acara Maulid Adat di Kecamatan Bayan.
PAKAIAN KHAS: Iring-iringan Parade Seribu Jong Bayan menandai dibukanya acara Maulid Adat di Kecamatan Bayan.

LombokPost – Rangkaian Maulid Adat Bayan 2026 sudah dimulai pada Kamis hingga Sabtu (27-29/8).

Parade Seribu Jong Bayan menjadi pembuka kegiatan adat ini, dengan dibuka Ketua Dekranasda NTB Sinta M. Iqbal. 

Maulid Adat Bayan pada tahun ini terasa lebih istimewa. Pasalnya, acara tersebut telah ditetapkan masuk dalam daftar 125 Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Regional III Kementerian Pariwisata RI Reza Fahlevi mengatakan, status KEN bukan sekadar penghargaan.

Akan tetapi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya melalui penguatan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Karena itu, Reza berharap, Maulid Adat Bayan mampu menjadi penggerak kunjungan wisatawan.  

Baca Juga: Pemda KLU Diminta Konsisten Jalankan Komitmen Awal dalam Penyediaan Air Bersih di Gili Meno

Sehingga Maulid Adat Bayan tidak hanya menjaga tradisi leluhur sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Ketua Dekranasda NTB Sinta M. Iqbal mengaku kagum dengan kain khas Jong Bayan. Dia berharap agar ada regenerasi penenun Bayan.

Apalagi kain tenun khas Bayan kini semakin langka, bahkan sulit ditemukan di Kota Mataram.

Menurutnya, kain tenunan Bayan memiliki keunikan dari daerah lain di Provinsi NTB. Sinta mendorong Pemkab KLU memasukkan keterampilan menenun ke sekolah-sekolah di wilayah Bayan.  

"Diajarkan kepada siswa-siswinya untuk bertenun, supaya tenun tidak punah,” usulnya.

Baca Juga: 943 Hektare Sawah di Lombok Utara Ditarget Terapkan Pertanian Modern

Sekda KLU Sahabudin menilai Maulid Adat Bayan menjadi bukti bahwa agama dan budaya dapat berjalan berdampingan.

Tradisi tersebut juga mencerminkan akulturasi budaya yang berkembang di Lombok Utara.

Menurutnya, adat memiliki dua fungsi penting, yakni menjadi pedoman moral sekaligus memperkuat solidaritas masyarakat.

Dia menegaskan, Pemdu KLU berkomitmen menjaga dan merawat tradisi Bayan, termasuk budaya asli maupun hasil akulturasi.

Wakil Ketua DPRD KLU Hakamah mengapresiasi kemeriahan pembukaan Maulid Adat Bayan.

Ia menilai iring-iringan lebih dari 1.000 masyarakat dengan pakaian adat menjadi salah satu kekuatan dan keunikan budaya Lombok Utara.

Baca Juga: Polres KLU Amankan 14 Tersangka Narkotika, Dua Diantaranya Pelajar

“Semoga ke depan Maulid Adat semakin meriah dan menunjukkan jati diri bahwa kita orang Lombok Utara punya kekhasan dan nilai-nilai budaya yang tidak sama dengan daerah lain,” katanya.

Ia berharap masuknya Maulid Adat Bayan dalam KEN semakin memperkuat posisi tradisi tersebut.

Sehingga acara ini semakin memperkuat identitas budaya sekaligus menjadi daya tarik wisata Lombok Utara.

Editor : Kimda Farida
parade jong bayan seribu jong bayan acara adat maulid adat bayan lestarikan budaya