LombokPost - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Utara (KLU) tengah menghimpun donasi kemanusiaan.
Hasil pengumpulan uang tersebut nanti akan disalurkan kepada korban terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran Desa Wisata Sade, Lombok Tengah.
Ketua BAZNAS KLU Selamet Riyadi mengatakan, pengumpulan dana masih berlangsung.
Donasi tersebut merupakan hasil gerakan kemanusiaan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah hingga kelompok masyarakat.
Dia mengatakan, hasil donasi sampai saat ini sebesar Rp 27.382.500. Selamet Riyadi mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah ikut menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu para korban bencana.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat Lombok Utara untuk bersama-sama memperluas gerakan donasi.
Termasuk kepala desa, organisasi masyarakat, mahasiswa hingga berbagai kelompok sosial.
Baca Juga: 943 Hektare Sawah di Lombok Utara Ditarget Terapkan Pertanian Modern
Selamet menilai ajakan tersebut penting karena KLU memiliki pengalaman panjang menghadapi bencana.
Inilah yang menjadi salah satu alasan kuat bagi seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan semangat saling membantu.
Yaitu ketika KLU diterpa musibah bencana hempa. Di mana saat itu kepedulian datang dari berbagai daerah.
"Membantu kita dengan donasi terbaik. Oleh karenanya, mari kita mengulurkan tangan untuk membantu saudara-saudara kita,” ajaknya.
Dana tersebut akan dibawa dan disalurkan pada masa rehabilitasi. “Untuk donasi ini kami menyepakati dalam bentuk uang saja agar mudah kita sampaikan, bukan barang ,” katanya lagi.
Baca Juga: DKD KLU Sosialisasi Lokalitas Pemajuan Kebudayaan
Sebelumnya, Bupati KLU Najmul Akhyar mengatakan, dalam penanganan bantuan kemanusiaan ini, pemerintah menunjuk BAZNAS sebagai kanal utama penghimpunan dana.
Kebijakan tersebut membuat pengumpulan donasi dari berbagai OPD dipusatkan melalui satu lembaga.
OPD-OPD di lingkungan Pemkab Lombok Utara yang ingin memberikan bantuan akan menyerahkannya melalui BAZNAS. Selanjutnya, proses penyaluran bantuan akan dilakukan bersama pemerintah daerah.
Dengan pola tersebut, penghimpunan dan penyaluran bantuan lebih terkoordinir. Sehingga bantuan yang terkumpul dapat disampaikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Editor : Kimda Farida