LombokPost — PT TCN dikabarkan dikabarkan telah menghidupkan kembali layanan air di Gili Trawangan, mulai Kamis sore (10/9).
Sebelumnya, di kawasan wisata unggulan ini hampir sepekan mengalami krisis air bersih.
Ketua Asosiasi Hotel Gili Trawangan Lalu Kusnawan mengatakan, berdasarkan konfirmasi yang diterimanya, saluran air telah kembali dihidupkan. Namun, air belum langsung mengalir ke pelanggan karena masih membutuhkan proses produksi.
“Air sudah dihidupkan kembali. Tinggal menunggu proses produksi dua sampai tiga jam, insyaallah air sudah bertahap akan mengalir kembali,” kata Kusnawan.
Dia menjelaskan, proses produksi air berbeda dengan sistem distribusi PDAM pada umumnya. PT TCN harus terlebih dahulu memproduksi air dari air laut sehingga membutuhkan waktu sebelum air siap dialirkan ke pelanggan.
Baca Juga: Bupati Najmul Diperiksa KPK, Dugaan Korupsi Pengelolaan Air Bersih di Gili Trawangan
“Belum, karena menunggu produksi. Ini melakukan produksi air laut. Bahan bakunya juga belum siap. Jadi menunggu dua sampai tiga jam baru bisa mengalir, dan itu pun saya yakin bertahap,” ujarnya.
Kusnawan menyambut baik langkah cepat pemerintah dan jajaran Forkopimda NTB dalam merespons persoalan tersebut. Dia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Kapolda NTB yang turun langsung dan berkomunikasi dengan PT TCN agar layanan segera dinyalakan kembali.
“Kabarnya, Pak Kapolda yang turun langsung meminta agar ini segera dinyalakan karena menyangkut hajat hidup orang banyak,” ungkapnya.
Baca Juga: Dropping Air ke Gili Trawangan Masih Jauh dari Kebutuhan
Kusnawan berharap pengaktifan kembali layanan ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat menjadi solusi permanen. “Kami berharap dan berdoa semoga kejadian ini tidak terulang lagi, dan semoga ini menjadi hal yang permanen,” katanya.
Kabar tersebut menjadi angin segar bagi pelaku usaha pariwisata di Gili Trawangan. Sebab, gangguan air sebelumnya mulai memaksa sejumlah hotel menghentikan operasional akibat tidak terpenuhinya kebutuhan dasar tamu dan aktivitas hotel.
Kusnawan mengatakan, sebelumnya terdapat tiga hotel yang tidak dapat beroperasi. Jika hingga Sabtu (12/9) pasokan air tidak kembali, jumlah hotel yang terancam berhenti beroperasi diperkirakan bertambah menjadi 10 hotel.
Baca Juga: 18 Ton Kopi Lombok Utara Senilai Rp 1,2 Miliar Diekspor ke Malaysia
“Alhamdulillah, dengan dihidupkannya kembali saluran air ini, hotel-hotel bisa beroperasi dengan baik,” ujarnya.
Kusnawan juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Lombok Utara, Pemprov NTB, Gubernur NTB beserta jajaran, Forkopimda, kementerian terkait Dia berharap persoalan krisis air bersih di Gili Trawangan tidak kembali terulang.
Menurutnya, kepastian pasokan air merupakan kebutuhan mendasar bagi keberlangsungan pariwisata di Gili Trawangan. “Alhamdulillah, angin segar, angin surga,” tandasnya.
Editor : Pujo Nugroho