LombokPost — Wakil Ketua II DPRD KLU I Made Kariyasa meminta Pemkab KLU menetapkan penanganan krisis air bersih di Gili Trawangan dan Gili Meno sebagai prioritas darurat daerah.
Ia menyebut pemerintah dapat mempertimbangkan pemanfaatan belanja tidak terduga (BTT) sesuai ketentuan yang berlaku.
Mendatangkan air bersih menggunakan perahu dinilai menjadi opsi penanganan sementara yang paling memungkinkan.
Baca Juga: Pemda KLU Raih Progres Tertinggi Penyelesaian Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK
Dia meminta agar jangan sampai persoalan teknis dan administratif membuat masyarakat harus menanggung dampaknya
“Yang utama, air segera mengalir dan masyarakat segera dilayani.” ujar Kariyasa.
Baca Juga: Gedung Belum Siap, MPLS Sekolah Rakyat KLU Ditunda
Untuk jangka pendek, pemerintah diminta memastikan distribusi air bersih dilakukan melalui berbagai skema yang memungkinkan.
Mulai dari mobil tangki, tandon komunal, kapal pengangkut air hingga mekanisme lain
Kariyasa menegaskan, kondisi darurat tersebut tidak boleh menjadi ruang bagi masing-masing pihak untuk saling menyalahkan.
Semua pihak harus mengutamakan kepentingan masyarakat dan keberlangsungan aktivitas pariwisata.
Editor : Kimda Farida