LombokPost— Minat masyarakat Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk bekerja ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih tinggi.
Namun, tingginya minat tersebut belum sepenuhnya diikuti kualitas tenaga kerja yang memiliki keahlian.
Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) KLU mencatat sekitar 740 PMI KLU telah ditempatkan ke sejumlah negara tujuan hingga Juli 2026. Malaysia menjadi negara tujuan terbanyak.
Kepala Disnaker-PMPTSP KLU Evi Winarmi mengatakan, Malaysia menjadi pilihan favorit terutama bagi PMI laki-laki yang bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit.
Salah satu faktor yang membuat negara tersebut diminati adalah penerapan sistem zero cost atau bebas biaya penempatan.
Baca Juga: Pemda KLU Ambil Langkah Darurat, Droping Air ke Gili Trawangan
Selain Malaysia, PMI asal KLU juga ditempatkan di Taiwan dan Singapura. Kedua negara tersebut lebih banyak menjadi tujuan PMI perempuan.
Sementara penempatan PMI ke kawasan Timur Tengah masih terkendala kebijakan moratorium.
Evi menjelaskan, saat ini pemerintah tengah memperkuat kualitas dan kompetensi calon PMI. Tujuannya, agar tenaga kerja asal KLU mampu mengisi lapangan kerja yang membutuhkan keahlian.
“Minatnya tinggi banget, tapi sayangnya masih di sektor domestik yang tidak membutuhkan skill tinggi. Kami ingin mendorong agar PMI kita memiliki keahlian,” katanya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Disnaker-PMPTSP KLU mulai mengarahkan program peningkatan kompetensi melalui pendidikan vokasi.
Baca Juga: DPRD KLU Minta Pemda Tetapkan Penanganan Krisis Air Bersih Gili sebagai Prioritas Darurat Daerah
Menurutnya, lembaga pendidikan SMK bisa menjadi mitra strategis menyiapkan calon tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja luar negeri.
Langkah itu akan ditindaklanjuti melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah kejuruan. Sebelumnya, Dinas Pendidikan Provinsi NTB telah menjalin MoU terkait program tersebut.
Disnaker-PMPTSP KLU akan mendorong kerja sama teknis melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan SMK di daerah.
“Jadi, perlu mungkin nanti ada pendekatan-pendekatan khusus kita terutama ke SMK. Nanti kami akan PKS saja sifatnya dengan SMK-SMK,” jelasnya.
Baca Juga: Pemda KLU Siapkan Wajah Baru di Perbatasan dengan Bangun Gapura di Wilayah Malaka
Sebagai tahap awal, SMKN 1 Tanjung didorong menjadi sekolah pionir dalam program persiapan pemagangan luar negeri.
Program tersebut diharapkan menjadi jalur awal bagi lulusan SMK memperoleh pengalaman kerja internasional. Jepang menjadi salah satu negara tujuan pemagangan yang dipersiapkan.
Evi menyebut, ke depan peluang pemagangan tidak hanya diarahkan ke Jepang. Tetapi juga negara lain, seperti Korea Selatan. “Tujuan pemagangannya masih Jepang dulu,” tandasnya.
Editor : Kimda Farida