Lombok Post – Pemerintah Desa Selengen, Kecamatan Kayangan, saat ini tengah menggelar Semarak Budaya Desa Selengen.
Acara ini diisi dengan berbagai pertunjukan dan kesenian lokal, yang dirancang berlangsung hingga Desember 2026.
Kepala Desa Selengen Sudarto mengatakan, kegiatan tersebut sengaja dikemas sebagai ruang kebersamaan masyarakat.
Menurutnya, budaya tidak cukup hanya dipertontonkan, tetapi perlu dihidupkan melalui keterlibatan langsung masyarakat.
“Kami ingin Semarak Budaya ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus melestarikan budaya yang ada di Desa Selengen,” ujar Sudarto.
Baca Juga: Kades di Lombok Utara Minta Pemda Buka Akses Kelola Aset
Salah satu yang menjadi bagian utama kegiatan adalah Peresean. Pertunjukan tradisional tersebut berlangsung pada siang hingga sore hari dan menjadi magnet bagi warga untuk datang menyaksikan.
Sudarto mengatakan, keberadaan kesenian tradisional di tengah masyarakat penting untuk menjaga agar budaya lokal tidak semakin ditinggalkan.
Karena itu, rangkaian kegiatan Semarak Budaya tidak hanya berisi pertunjukan, tetapi juga hiburan rakyat yang melibatkan warga.
Sudarto berharap, budaya lokal di desanya tetap hidup dan dikenal generasi muda. Masyarakat juga bisa ikut terlibat, sehingga kegiatan tersebut bukan hanya tontonan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan warga.
Baca Juga: PMK Masih Nihil, KLU Tetap Perketat Pengawasan Ternak
Rangkaian Semarak Budaya Desa Selengen berlangsung sejak 9 September hingga Desember 2026.
Selain Peresean, kegiatan malam hari diisi berbagai hiburan rakyat, salah satunya lomba karaoke antarwarga.
Bagi pemerintah desa, rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi Budaya Selengen.
Di samping itu, diharapkan menjadi salah satu daya tarik wisata dan mampu memperkuat identitas desa.
Editor : Kimda Farida