LombokPost – Prestasi Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Maluku dan Nusa Tenggara, KLU memborong dua penghargaan sekaligus.
Yaitu peringkat pertama kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan. Selain itu, Lombok Utara juga menempati peringkat ketiga kategori Implementasi Program Pembangunan 3 Juta Rumah.
Penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan atas kinerja pemerintah daerah. Capaian di bidang kesehatan juga membawa tambahan insentif fiskal bagi KLU sebesar Rp 2 miliar.
Bupati KLU Najmul Akhyar menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia mengapresiasi seluruh jajaran perangkat daerah serta masyarakat yang ikut mendukung berbagai program pembangunan di Lombok Utara.
Baca Juga: Bantuan Sosial di Lombok Utara Sasar 560 Lansia dan Disabilitas
Najmul mengatakan, tambahan insentif sebesar Rp 2 miliar akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan fasilitas dan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Selama ini, terangnya, pengelolaan dana penghargaan dilakukan secara transparan.
“Semua dana penghargaan masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Tidak ada yang kita pegang secara pribadi,” tegasnya.
Prestasi Pemda KLU itu mendapatkan apresiasi dari Forum Kepala Dusun Lombok Utara (FKDUSLU).
Ketua FKDUSLU Khaerul Anam berharap, ini menjadi dorongan dan pemacu semangat bagi pemda untuk terus meningkatkan kinerja.
Terutama pada di sektor-sektor pelayanan vital. Anam mencontohkan dengan penyediaan hunian layak dan peningkatan kualitas layanan kesehatan warga. “Terus berbenah dan memberikan yang terbaik bagi pembangunan,” ujarnya.
Baca Juga: FPRB dan Pemda KLU Tuntaskan Penyusunan Bahan Ajar Kebencanaan. Susun Buku Cerita Bergambar
Menurut Anam, percepatan pembangunan dan penyediaan rumah layak huni di Lombok Utara merupakan kebutuhan yang sangat mendesak.
Pasalnya, saat ini pemerintah masih menyisakan pekerjaan rumah (PR) besar pascabencana gempa bumi 2018 lalu.
Dia mengatakan, terdapat sekitar 2.447 kepala keluarga di Kabupaten Lombok Utara yang terdata belum memiliki atau menyelesaikan pembangunan rumahnya akibat dampak gempa.
Dengan adanya penghargaan tersebut, Pemda KLU harus lebih bersemangat menyelesaikan masalah ini.
Editor : Kimda Farida