LombokPost — Persoalan pembayaran kebutuhan kontingen Lombok Utara (KLU) pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB masih menyisakan pekerjaan rumah. Sejumlah kebutuhan yang lebih dulu ditalangi pihak terkait disebut belum seluruhnya diselesaikan pemerintah daerah.
Keluhan itu disampaikan Allina Lina. Ia meminta pemerintah daerah segera menyelesaikan kewajiban pembayaran yang disebut telah berjalan hampir empat bulan.
Ia mengaku seluruh kebutuhan perlengkapan telah didatangkan dari Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihaknya bahkan lebih dulu menggunakan uang pribadi karena pembayaran dari pemerintah belum diterima sepenuhnya.
“Semua barang sudah saya datangkan dari Jakarta. Tolong hutangnya diingat, Pak. Pemda KLU khususnya Kabid Dikpora. Ini sudah mau masuk empat bulan,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Menurut dia, sebelumnya telah diberikan janji pembayaran dalam waktu sekitar satu minggu setelah kegiatan Porprov selesai. Namun, hingga hampir empat bulan berlalu, pembayaran tersebut belum juga tuntas.
Baca Juga: Warga Desa Bentek Lombok Utara Sulap Sabut Kelapa Jadi Cuan
Ia juga menyebut atlet KLU telah menyelesaikan perjuangannya di Porprov dengan membawa pulang medali perak dan emas.
Karena itu, dia berharap kewajiban kepada pihak yang telah membantu memenuhi kebutuhan kontingen segera diselesaikan.
“Semua perlengkapan sudah saya talangi dengan menggunakan uang pribadi. Atletnya sudah pulang membawa medali perak dan emas,” tulisnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga membutuhkan perputaran uang untuk menjalankan usaha. Karena itu, penyelesaian pembayaran dinilai penting agar persoalan tersebut tidak berlarut.
Terpisah, Kabid Olahraga Dikbudpora KLU Murahadi mengatakan pihaknya terus mengupayakan penyelesaian seluruh kebutuhan kontingen. Menurut dia, sebagian kebutuhan telah diselesaikan bersama pihak rekanan.
Baca Juga: DPRD KLU Dorong Pembangunan Dermaga Lekok dan Koperasi Nelayan Merah Putih
Saat ini, masih terdapat beberapa komponen pembayaran yang dalam proses. Di antaranya sepatu atlet dan uang training camp (TC).
Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran untuk keikutsertaan KLU dalam Porprov sebelumnya memang telah disiapkan.
Namun, dalam proses pencairan tahap pertama terdapat kendala pengajuan melalui KONI Provinsi.
Kondisi tersebut membuat sebagian kebutuhan kemudian diarahkan untuk diselesaikan melalui perubahan anggaran.
Total kebutuhan yang masih menunggu proses pencairan disebut mencapai sekitar Rp 900 juta.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 303 juta merupakan kebutuhan uang TC atlet.
Murahadi memastikan pihaknya tetap berupaya mencari solusi sembari menunggu proses perubahan anggaran.
Baca Juga: Peternak Kambing Perah Lombok Utara Didorong Optimalkan Pakan Lokal dan Pemasaran Digital
“Kami sudah berkoordinasi dengan kepala dinas untuk sama-sama mencari dana talangan,” ujarnya.
Dia menegaskan, persoalan tersebut bukan karena Pemkab KLU tidak menyiapkan dukungan untuk kontingen.
Sejak awal, pemerintah daerah telah mengalokasikan dukungan untuk keikutsertaan KLU dalam Porprov.
Ke depan, Murahadi berharap persoalan serupa tidak kembali terjadi. Menurut dia, perencanaan pembiayaan untuk kegiatan olahraga berskala besar perlu disiapkan lebih matang, termasuk memastikan mekanisme penganggaran dan pencairannya.
Editor : Kimda Farida