Turnamen Sepak Bola Usia Dini Parus Paras Paros, Diharapkan Tumbuh Bibit Pesepak Bola Andal

Habibul Adnan • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 12:39 WIB
PEMBINAAN: Suasana pertandingan dua Tim yang ikut dalam turnamen Parus Paras Paros di Lapangan Tioq Tata Tunaq.
PEMBINAAN: Suasana pertandingan dua Tim yang ikut dalam turnamen Parus Paras Paros di Lapangan Tioq Tata Tunaq.

LombokPost - Pemerintah Desa Tanjung, beberapa hari lalu mengelar turnamen sepak bola usia dini. Turnamen bertajuk Parus Paras Paros itu menjadi rangkaian HUT Desa Tanjung.

Suara teriakan dari pinggir lapangan bersahut-sahutan. Sesekali terdengar tepuk tangan ketika bola berhasil direbut, umpan terlepas, atau sebuah peluang mengarah ke gawang. 

Di tengah lapangan, anak-anak berusia belia berlari mengejar bola dengan semangat. Penonton dan orang tua di sisi lapangan tak kalah heboh. Mereka berteriak, dan sesekali memberikan arahan serta dukungan. 

Suasana itu mewarnai babak puncak Turnamen U-10 dan U-12 Parus Paras Paros VII Tahun 2026 di Lapangan Tioq Tata Tunaq. Turnamen Parus Paras Paros mempertemukan tim-tim usia dini yang rutin digelar setiap tahun Pemerintah Desa Tanjung.

Kepala Desa Tanjung Budiawan mengatakan, turnamen tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Desa Tanjung ke-131. Namun, kegiatan itu sekaligus menjadi ruang pembinaan sepak bola usia dini.

Baca Juga: Gubernur Terbitkan Kode Register 26 Desa Persiapan KLU

Tahun ini, persaingan diikuti 11 tim untuk kategori U-10 dan tujuh tim pada kategori U-12. Jumlah tersebut menjadi gambaran bahwa minat terhadap sepak bola usia dini masih cukup kuat.

Budiawan mengapresiasi masyarakat dari 17 dusun yang turut menjaga pelaksanaan turnamen tetap aman dan kondusif. Dukungan Polsek Tanjung dan Danramil Tanjung juga disebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran kegiatan.

Baginya, kekompakan tersebut tidak boleh berhenti ketika turnamen selesai. “Seluruh dusun kita ini harus kompak, bersatu, aman, dan nyaman, damai untuk Tanjung dan Lombok Utara,” tegasnya.

Baca Juga: Pemda KLU Juga Lirik Skema KPBU Pembangunan Jalan

Pesan itu seakan menjadi bagian lain dari Parus Paras Paros VII. Jika di lapangan anak-anak belajar bekerja sama untuk mengejar kemenangan, di luar lapangan masyarakat juga menunjukkan semangat mempererat hubungan antardusun.

Budiawan juga mengapresiasi semangat anak-anak dalam bertanding yang ditunjukkan hingga partai final. Menurutnya, pertandingan pada babak puncak berlangsung menarik dan memperlihatkan antusiasme peserta dalam mengembangkan kemampuan.

Budiawan berharap, pengalaman bertanding yang diperoleh anak-anak tersebut menjadi bekal untuk terus berlatih. “Semoga dengan latihan terus, anak-anakku semua bisa menjadi pesepak bola Lombok Utara bahkan nasional,” tambahnya.

Baca Juga: Dua Kelurahan Baru di Lombok Utara Bukan Hasil Peningkatan Status Desa

Ketua Askab PSSI KLU Raden Nuna Abriadi memberikan apresiasi kepada Desa Tanjung yang konsisten menggelar turnamen usia dini. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan seperti Parus Paras Paros Cup penting untuk membuka ruang bagi munculnya pemain-pemain muda.

“Terima kasih kepada Kepala Desa, yang setiap tahun Desa Tanjung ini melahirkan bibit-bibit sepak bola yang sangat luar biasa,” katanya.

Sejumlah tim kemudian tampil menonjol hingga membawa pulang prestasi. Raden Nuna turut memberikan apresiasi kepada tim-tim yang tampil kompetitif.

Editor : Kimda Farida
turnamen parus paras paros bina usia dini Desa Tanjung Lombok Utara sepak bola pemdes tanjung