LombokPost – Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali mendapat dukungan pemerintah pusat untuk mengembangkan komoditas kakao.
Setelah sebelumnya memperoleh bantuan perluasan tanaman kakao seluas 225 hektare, kini digelontorkan bantuan peremajaan dan intensifikasi.
Bantuan untuk peremajaan tanaman kakao yang diperoleh KLU seluas 490 hektare. Sedangkan intensifikasi seluas 346,56 hektare.
"Ikhtiar mengembangkan dan meningkatkan produksi kakao direspons pemerintah pusat," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) KLU Tresnahadi.
Baca Juga: Mete Lombok Utara Dikirim ke Selandia Baru
Dia mengaku, seluruh program tersebut hasil usulan kepada Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan.
Dengan bantuan ini, diharapkan menambah areal pengembangan komoditas kakao di Lombok Utara.
Tresnahadi menerangkan, program peremajaan menyasar kebun-kebun kakao yang tanamannya telah berumur tua.
Termasuk juga areal yang mengalami penurunan produktivitas. Sementara program intensifikasi diarahkan untuk meningkatkan hasil panen dari tanaman yang masih produktif.
Untuk program peremajaan, bantuan seluas 490 hektare menyasar kelompok tani yang tersebar di 13 desa pada empat kecamatan.
Baca Juga: KLU Dapat Tambahan 225 Hektare Areal Tanam Kakao
Di Kecamatan Gangga, penerima berada di Desa Genggelang dan Rempek Darussalam. Di Kecamatan Kayangan, bantuan menyasar Desa Pansor.
Sementara itu, di Kecamatan Tanjung, program peremajaan mencakup Desa Teniga, Medana, Tegal Maja, Samaguna, dan Sigar Penjalin.
Adapun di Kecamatan Bayan, penerima tersebar di Desa Loloan, Andalan, Sambik Elen, Ganja Asri, dan Mumbulsari.
Tresnahadi menjelaskan, kelompok penerima program peremajaan merupakan petani yang telah lama membudidayakan kakao.
Baca Juga: Perkenalkan SIPENDA, Kini Bayar Pajak di KLU Tak Perlu ke Kantor Bapenda
Karena sebagian tanaman mereka sudah berumur tua, maka perlu diganti untuk memulihkan produktivitas kebun.
"Bantuan yang diberikan berupa bibit kakao dan biaya tenaga kerja penanaman atau hari orang kerja (HOK)," terangnya.
Untuk program intensifikasi, bantuan berupa sarana dan prasarana perkebunan yang menyasar kelompok tani di sejumlah desa di KLU. Bantuan di antaranya berupa pupuk NPK dan mesin pemotong rumput.
“Kalau intensifikasi, kita ingin meningkatkan hasil produksi kakao yang sudah ada. Ini bedanya dengan peremajaan yang berfokus pada penggantian tanaman tua,” pungkas Tresnahadi.
Editor : Kimda Farida