LombokPost – Menikmati gemericik air terjun di tengah rimbunnya hutan, lalu menghabiskan malam dengan berkemah di alam terbuka. Pengalaman itu bisa dirasakan di Desa Santong, Kecamatan Kayangan.
Desa ini memiliki sejumlah potensi wisata air terjun yang mulai dikembangkan sebagai daya tarik wisata minat khusus. Dua di antaranya adalah Tiu Lawang dan Tiu Prabu.
Selain menawarkan panorama air terjun, kawasan di sekitarnya juga berpotensi menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman camping dengan suasana alam yang masih asri.
Pendamping Pokdarwis Pesona Alam Santong (PAS) Satria Efendi mengatakan, kedua lokasi tersebut menjadi bagian dari potensi wisata alam yang kini mulai dipromosikan kepada wisatawan.
Kata dia, tempat ini cocok bagi wisatawan yang mencari suasana berbeda untuk berlibur.
Baca Juga: Pemda Lombok Utara Kaji Pembentukan Kelurahan di Kecamatan Tanjung dan Pemenang
Tiu Lawang menawarkan pengalaman berkemah yang dekat dengan aliran sungai dan kawasan hutan. Lokasinya berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman warga Desa Santong.
Area ini berada di kawasan air terjun dengan hamparan pasir yang cukup luas. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi pengunjung untuk mendirikan tenda sembari menikmati suasana alam yang masih asri.
Di kawasan ini juga terdapat aliran sungai yang terhubung dengan Sungai Sidutan. Keberadaan sungai dan pepohonan di sekitarnya menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam lebih dekat.
Satria menjelaskan, lokasi camping di Tiu Lawang memiliki karakter tersendiri dibandingkan spot lainnya di Santong. Perpaduan kawasan hutan, aliran air, dan hamparan pasir menjadi daya tarik utama yang ditawarkan kepada pengunjung.
Baca Juga: Pemda KLU Terus Matangkan Persiapan MTQH 2027
Sementara itu, Tiu Prabu memiliki keunggulan dari sisi aksesibilitas. Lokasinya berada di tepi jalan kawasan hutan dan menjadi salah satu pintu masuk menuju puluhan air terjun yang tersebar di Desa Santong.
Menurut Satria, Tiu Prabu merupakan lokasi awal yang dikembangkan sebagai area camping sejak 2021.
Seiring waktu, tempat ini mulai dikenal oleh wisatawan yang ingin menikmati suasana berkemah tanpa harus terlalu jauh dari akses jalan.
Hingga kini, hampir setiap pekan selalu ada pengunjung yang datang untuk berkemah di lokasi tersebut. Kondisi ini menjadi peluang bagi Pokdarwis PAS untuk terus memperkenalkan potensi wisata alam Santong.
"Konsep wisata Pokdarwis Santong itu waterfall kingdom. Karena itu, Tiu Prabu jadi spot paling strategis karena menjadi akses masuk ke puluhan air terjun," jelasnya.
Baca Juga: DPRD KLU Masih Tunggu Kajian KPBU APJ
Selain mengandalkan panorama alam, Pokdarwis juga berupaya memberikan pengalaman wisata yang lebih aman bagi pengunjung. Pendampingan menjadi salah satu layanan yang disiapkan, terutama bagi wisatawan yang belum mengenal karakter kawasan hutan dan sungai di Santong.
Satria mengatakan, hingga saat ini Pokdarwis belum menerapkan retribusi resmi bagi pengunjung karena belum memiliki dasar untuk penarikan tarif.
Meski demikian, pihaknya menawarkan jasa pendampingan dan fasilitasi kebetuhan wisatawan selama beraktivitas di kawasan tersebut.
Editor : Kimda Farida